Berita Semarang
Napak Tilas Vihara 2500 Buddha Jayanti di Bukit Wungkal Kasap, Kenang Kasap Bukit Perdamaian
Para penganut Buddha Jateng hadiri perayaan Magha Puja sekaligus napak tilas Vihara 2500 Buddha Jayanti.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para penganut Buddha di Jawa Tengah menghadiri perayaan Magha Puja sekaligus napak tilas Vihara 2500 Buddha Jayanti di bukit Wungkal Kasap, Pudak Payung, Banyumanik,
Kota Semarang, Minggu (7/3/2021) sore.
Kendati perayaan tersebut diselingi hujan namun tak menyurutkan para umat Buddha untuk mengikuti acara dengan khidmat.
Sajian tari dari mahasiswa yang tergabung di UKM Kesenian Jawa Unnes diringi Gamelan Badra Santi warga Buddha Pakintelan, Gunungpati, Kota Semarang, menyemarakan perayaan tersebut.
Sekretaris wilayah Sangha Agung Indonesia Provinsi Jawa Tengah Bhikkhu Ditthisampano mengatakan, kegiatan tersebut digelar oleh Yayasan Narada Dipa Vihara Buddha Dipa Pakintelan, Gunungpati, Kota Semarang.
Selain untuk memperkenalkan vihara 2500 Buddha Jayanti sekaligus mengenang jasa leluhur agung Ashin Jinarakhitta Mahasthavira sebagai pelopor kebangkitan Buddha Dharma di Indonesia.
Bhikkhu Jinaputta sebagai bhikkhu pertama yang diupasampada di Indonesia
Kemudian Bhikkhu Dhammiki Sasanarakhitaa sebagai dermawan di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti.
"Tempat ini sangat penting bagi umat buddha di Indonesia," papar bhikkhu yang juga Kepala Sekolah STIAB Smaratungga, Boyolali itu kepada Tribunjateng.com.
Dia menyebut, pentingnya vihara 2500 Buddah Jayanti wungkal Kasap lantaran beberapa hal.
Pertama tempat tersebut disebut dalam babad tanah jawi bahwa bukit Kasap sebagai bukit perdamaian semasa zaman Mataram awal.
Para senopati dan adipati dari Pati Ponorogo, Madiun dan sekitarnya mendatangi bukit ini sebagai tempat meditasi.
Kemudian ke masa berikutnya, bukit kasap ditetapkan sebagai tempat suci untuk menasbihkan para bhikkhu di tahun 1955 hingga 1959.
Para bhikkhu dari 14 negara di antaranya Myanmar, Kamboja, Thailand, Jepang dan lainnya mendatangi wungkal Kasap untuk menyakralkan tempat itu sebagai Sima atau penasbihan para bhikkhu.
"Tempat ini dipandang sebagai perintis agama Buddha pertama kali di Indonesia paska kolonial," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perayaan-magha-puja.jpg)