Bocah 9 Tahun Banjarnegara Hanya Bisa Telan Cairan Susu, Kepalanya Membesar
Saat anak-anak lain sepantarannya asyik bermain dan bersekolah, Dwi harus menghadapi ujian berat dalam hidupnya.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Dwi Ariyanto (9), bocah asal RT 2 RW 5 Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara hanya bisa tidur terlentang di kamarnya.
Tubuhnya lemas.
Tatapannya hampa.
Ukuran kepalanya tak normal.
Di usianya yang baru 9 tahun, anak itu sudah menanggung derita lama.
Saat anak-anak lain sepantarannya asyik bermain dan bersekolah, Dwi harus menghadapi ujian berat dalam hidupnya.
Kondisi Dwi yang memprihatinkan membuat orang tuanya pun harus bersabar.
Jangankan bermain, anak itu bahkan tidak mampu menikmati lezatnya makanan.
Hanya susu cairan kemasan sachet yang bisa ia telan hingga hidupnya bertahan.
Ia sulit mencerna makanan karena penyakit dan kelainan yang dialami, yakni Hydrocephalus.
Anti, sang ibu hanya bisa pasrah sembari terus memanjatkan doa. Ia selalu melangitkan harapan agar putranya diberi kesembuhan.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan dan mengobati putra bungsunya itu.
Anti menuturkan, kelainan pada putra keduanya itu terjadi pada saat usia dua bulan.
"Berbagai usaha dan upaya kami lakukan hingga tak kurang akal agar Dwi bisa sembuh seperti layaknya anak anak lain," katanya
Tetapi apa daya, karena keterbatasan dan kondisi ekonomi keluarga membuat Dwi sampai saat ini hanya bisa dirawat di rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hydrocephalus-banjarnegara.jpg)