Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Viral Penemuan Gunung Emas Warga Berebut Mengambil Pakai Sekop Bawa Karung

Video ribuan orang berebut menggali emas di sebuah perbukitan di Kongo viral di media sosial.

Tayang:
Penulis: Adelia Sari | Editor: abduh imanulhaq
Youtube/ 2nacheki
Viral penemuan gunung emas di Kongo 

TRIBUNJATENG.COM - Video ribuan orang berebut menggali emas di sebuah perbukitan di Kongo viral di media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Youtube 2nacheki pada 2 Maret 2021.

Dalam video tersebut terlihat ribuan orang memadati sebuah tempat di perbukitan.

Orang-orang itu terlihat membawa sekop dan juga karung.

Baca juga: Cuitan Benny K Harman Bikin Kadiv Propam Polri Marah

Baca juga: Wanita Hamil Sewakan Ranjangnya ke PSK: Suami Saya Balik ke Istri Pertama, Tidak Menafkahi

Baca juga: Curhat Andrea Pirlo Setelah Juventus Terlempar dari Liga Champions

Baca juga: Jejak Digital Nadya Arifta Dibongkar Netizen: Ternyata Haters Jokowi

Mereka nampak menggali tanah yang berada di tempat itu lalu memasukkannya ke dalam karung.

Bahkan ada juga warna yang mengali menggunakan tangan.

Orang-orang itupun nampak tidak menjaga jarak sama sekali dan sibuk menggali.

Pengunggah video menuliskan jika para penduduk di republik Kongo itu baru saja menemukan gunung berisi endapan emas di dalam tanah.

"Apakah Eldorado Afrika telah ditemukan? Penduduk Desa Kongo mendapatkan kejutan terbesar setelah menemukan seluruh gunung yang penuh dengan Emas!" tulis pengunggah.

Tak hanya mengunggah video saat warga menggali emas, akun tersebut juga mengunggah video saat warga membersihkan emas.

Butiran emas itu dicuci supaya terpisah dari tanah dan material lainnya.

Namun dalam video itu dituliskan jika lokasi penemuan itu masih dirahasiakan.

Unggahan inipun mendapat banyak komentar dari netizen.

Banyak netizen yang menuliskan jika harusnya mereka tidak mengunggah video itu di sosial media.

arrick sherkon "Kesalahan pertama yang mereka lakukan adalah memposting ini di media sosial."

Nnamdi George "Saya berdoa perang tidak akan pecah lagi. Di mana ada kekayaan, orang akan mulai saling membunuh."

Supreme_100 "Mereka perlu mengambil kendali sebelum orang asing datang dan menyatakan beberapa dokumen palsu"

Deby derby "Mengapa membagikan ini di media sosial? Mereka baru saja mengundang kejahatan ke desa mereka. Saya berdoa Tuhan melindungi mereka."

Mariam Bah "Kita tidak boleh membagikan semuanya di media sosial! Sekarang, tunggu apa yang akan terjadi. Orang asing akan datang dan memulai perang di Kongo"

Video itu pun kini sudah dilihat sebanyak 600 ribu kali.

Kemudian viral usai dibagikan ulang oleh akun Twitter @AhmadAlgohbary pada 3 Maret 2021.

Dilansir dari News18, lokasi gunung emas itu berada di sebuah desa di provinsi Kivu Selatan Kongo.

Penemuan gunung emas itu pun membuat warga sekitar berbondong-bondong datang untuk ikut mengambil emas.

Hal itu membuat pihak berwenang melarang penambangan sampai diberlakukan pengawasan yang ditetapkan.

Penemuan emas di Luhihi pada akhir Februari mengundang kerumunan penggali ke lokasi tersebut, Menteri Pertambangan Kivu Selatan, Venant Burume Muhigirwa mengatakan memberi tekanan pada desa kecil sekitar 50 km (30 mil) dari ibukota provinsi, Bukavu.

Penambangan subsisten - mengekstraksi mineral dengan peralatan yang belum sempurna - adalah hal yang umum di seluruh Republik Demokratik Kongo, dan penambangan emas “artisanal” tersebar luas di bagian timur dan timur laut negara penghasil emas.

Penambang, pedagang dan anggota angkatan bersenjata Kongo (FARDC) diminta untuk meninggalkan lokasi tambang di dalam dan sekitar Luhihi dan semua kegiatan penambangan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut, sebuah keputusan tertanggal pada hari Senin dan dikonfirmasi oleh Muhigirwa.

Kehadiran FARDC di lokasi tambang - dilarang di bawah kode penambangan Kongo - berkontribusi pada "kekacauan" di Luhihi, kata dekrit itu.

Muhigirwa mengatakan penangguhan penambangan akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi penambang dan memastikan mereka terdaftar dengan benar di regulator pertambangan artisanal.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved