Berita Blora
Seorang Santri di Blora Meninggal Tersengat Listrik Saat Mengecas HP
Seorang santri di sebuah pondok pesantren di Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Blora meninggal akibat tersengat arus listrik, Sabtu (13/3/2021).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Seorang santri di sebuah pondok pesantren di Desa Mojowetan, Kecamatan Banjarejo, Blora meninggal akibat tersengat arus listrik, Sabtu (13/3/2021).
Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, korban berinisial MAG.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.05 WIB.
Saat itu, kata Wiraga, korban masuk ke dalam kamarnya kemudian mengecas HP dengan menancapkan charger pada stopkontak.
Baca juga: Lama Bungkam, Nissa Sabyan Jawab Dengan Karya, Ungga Video Musik Ada Kata Khilaf di Lirik
Baca juga: Video Sandiaga Uno Resmikan Creative Hub Semarang
Baca juga: Aipda Ambarita Viral Gegara Video Geledah Pemotor Saat Bertugas: Aku Jadi Berdosa
Baca juga: Apa Itu Bitcoin? Harganya Diprediksi Dapat Tembus Hingga Rp 2,4 Miliar
Korban pun tertidur sembari memegang HP.
"Lima menit kemudian, korban berteriak 'aku kesetrum'. Lalu ada temannya yang mendekat," kata Wiraga kepada Tribunjateng.com.
Mendapati korban kesetrum, sang teman mencabut charger dari stopkontak.
Dia berusaha menolong korban dengan cara membangunkan dan memberinya air minum.
Namun korban terengah-engah dan memuntahkan air minum tersebut.
"Kemudian korban pingsan, temannya itu meminta tolong kepada penghuni pondok lainnya," kata Wiraga.
Oleh sesama penghuni pesatren akhirnya korban dilarikan ke Puskesmas Banjarejo.
Sesampainya di sana, nyawa korban tidak tertolong.
Baca juga: Link Live Streaming Leeds United vs Chelsea Liga Inggris Pekan 28, Live Mola TV Kick Off Pukul 19.30
Baca juga: Dor! Oknum Polisi 24 Tahun Bripda AP Tembak Wanita Penghibur yang Dipanggilnya ke Kamar Hotel
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 14 Maret 2021, Aries Tinggalkan Sejenak
Baca juga: Stok Darah PMI Kota Semarang Sore Ini Sabtu 13 Maret 2021, Tiga Komponen Menipis
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Banjarejo oleh dokter Candra, terdapat luka bakar berbentuk garis sepanjang sentimeter dan pada tubuh korban."
"Lainnya tidak ditemukan adanya bekas luka yang merupakan tanda- tanda penganiayaan ," kata Wiraga.
Kini korban telah diserahkan kepada keluarga untuk prosesi pemakaman. (Goz)