Breaking News:

Pendidikan

Radeni Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Semarang

(Unisvet) Semarang kembali menambah dosen dengan gelar doktor. Yang terbaru yaitu dosen Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Radeni Sukma Indra Dewi.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: moh anhar
Istimewa
Dosen Unisvet Semarang, Radeni Sukma Indra Dewi, mengikuti ujian terbuka doktoral di Unnes, kemarin. 

Penulis: M Zaenal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Ivet (Unisvet) Semarang kembali menambah dosen dengan gelar doktor. Yang terbaru yaitu dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Radeni Sukma Indra Dewi.

Radeni berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Gelar doktor diraih Radeni usai berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji dalam ujian terbuka, beberapa waktu lalu.

Dari ujian promosi doktoralnya yang dipromotori Prof Januarius Mujiyanto, dan Co Promotor Prof Dwi Rukmini serta Prof Mursid Saleh, Radeni meraih IPK 3,75. Ia menjadi lulusan doktor ke-590 dan doktor ke 123 di prodi Ilmu Pendidikan Bahasa Unnes.

Dalam disertasinya yang berjudul Kinerja Bahasa Formula Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Blended Learning di Tingkat Pendidikan Tinggi, Radeni Sukma Indra Dewi memaparkan penelitiannya tentang jenis bahasa formula yang ditemukan pada interaksi kelas antara guru dan siswa dalam pembelajaran Blended Learning.

Menurutnya guru dan siswa sebenarnya telah menggunakan berbagai jenis bahasa formula namun dengan karakteristik yang berbeda.

"Guru telah fasih dalam menggunakan berbagai bahasa formula karena tingkat latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar bertahun-tahun," kata Radeni, dalam keterangannya, Rabu (17/3/2021).

Sebaliknya, lanjutnya, siswa masih berupaya untuk dapat berbicara dengan lancar, dan bahkan beberapa di antaranya menghasilkan bahasa formula yang kurang tepat.

Ia menyimpulkan bahwa kehadiran blended learning mampu menggantikan online learning di dalam hal pembelajaran vocabulary khususnya bahasa formula.

Radeni mengakui ada beberapa kendala yang dialaminya dalam menyelesaikan disertasinya. Dalam meraih gelar doktor tersebut, Radeni harus penuh perjuangan.

"Perjuangannya luar biasa dalam mengerjakan disertasi terutama dalam manajemen waktu antara membagi tugas menjadi sekertaris program studi dan pengerjaan disertasi," ungkapnya.

Selain itu, ia harus bisa membagi waktu juga dengan mengurus keluarganya. Akan tetapi, motivasinya yang kuat sehingga disertasinya dapat diselesaikan dengan baik.

Rektor Unisvet Semarang, Prof Rustono menyampaikan, dengan diraihnya gelar doktor oleh Radeni Sukma Indra Dewi, maka jumlah dosen bergelar doktor yang dimiliki Unisvet semakin bertambah. Saat ini masih ada beberapa dosen lagi yang menyelesaikan studi doktoralnya.

"Dengan demikian Universitas Ivet sudah memiliki belasan dosen bergelar doktor dan akan bertambah lagi. Harapannya dosen dosen yang lain bisa termotivasi agar ikut melanjutkan studinya untuk bisa mendapatkan gelar doktor hingga bisa menjadi guru besar (Profesor)," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved