Breaking News:

Berita Kendal

Pemkab Kendal Dorong Produk UMKM Masuk ke Pasar Retail Modern

Pemkab Kendal bertekad mendorong produk-produk UMKM di Kendal agar bisa masuk ke pasar retail modern.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Penyaluran bantuan paket sembako oleh Indomaret kepada Pemkab Kendal untuk warga miskin, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal bertekad mendorong produk-produk UMKM di Kendal agar bisa masuk ke pasar retail modern. Termasuk toko modern dan berjejaring yang tersebar di semua daerah. 

Salah satu upayanya, Pemkab Kendal bakal mempertemukan pelaku UMKM dengan pihak pengelola pasar retail modern pada awal April nanti.

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengatakan, dengan masuknya produk UMKM ke toko modern, nantinya dapat mengenalkan produk-produk khas Kendal ke masyarakat lebih luas.

Sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan UMKM pasca pandemi Covid-19. "Tentunya produk-produk UMKM ini nantinya harus bisa masuk ke pasar online maupun offlinenya. Kita dorong terus dengan menggandeng yang bersangkutan seperti Indomaret," terangnya di Kendal, Kamis (18/3/2021).

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM ( Disperinkop dan UMKM) Kendal Kun Cahyadi menambahkan, berdasarkan data yang ada, terdapat 33 ribu pelaku UMKM di Kendal

Rencananya, beberapa perwakilan UMKM akan diikutkan dalam pelatihan pembuatan dan pengemasan produk bernilai jual pada 6 April mendatang. 

Selanjutnya, pelaku UMKM bakal dibimbing untuk memenuhi standarisasi produk agar bisa masuk ke pasar retail. "Goalnya nanti membantu pemasaran ke pasar retail modern. Seperti Indomaret, nanti produk UMKM Kendal bakal dikurasi agar bisa masuk ke sana. Nanti juga bekerjasama dengan lembaga keuangan dan lainnya agar bisa merealisasikan ini," ujarnya. 

Deputy Branch Manager Indomaret Semarang, Adi Jati Kusumo mengatakan, bermitranya Indomaret dengan Pemkab diharapkan dapat mempermudah produk-produk UMKM Kendal bisa masuk ke market pemasarannya. 

Katanya, selain produk makanan, berbagai produk kerajinan dimungkinkan bisa masuk ke pasar online dan offline. Dengan catatan, produk-produk yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria pemasaran yang ditentukan dari segi kualitas produk, jaminan halal produk, hingga brand dan kemasan produk. 

"Kendala UMKM saat ini terkait pemasaran. Kami coba fasilitasi nanti. Yang penting standarisasi produk terpenuhi. Bisa juga nanti ketika sudah bermitra dengan Pemerintah Kendal, ada bagian-bagian yang dipermudah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved