Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Gibran, Aria Bima, dan Bupati Sukoharjo Berkumpul di Rumah Dinas Ganjar, Ada Apa?

Gibran datang seorang diri sekitar pukul 07.00 WIB. Tak selang berapa lama, nampak hadir Etik Suryani dan Aria Bima

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Istimewa
(dari kiri) anggota DPR RI, Aria Bima; Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berdiskusi membahas pembangunan wilayah Solo Raya di rumah dinas gubernur. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Empat politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Aria Bima (DPR RI), Gibran Rakabuming (Wali Kota Solo), Etik Suryani (Bupati Sukoharjo) bertemu di Puri Gedeh Rumah Dinas Gubernur Jateng, Jumat (19/3/2021).

Gibran datang seorang diri sekitar pukul 07.00 WIB. Tak selang berapa lama, nampak hadir Etik Suryani dan Aria Bima.

Lalu keempatnya melakukan perbincangan tertutup di ruang tamu rumah dinas.

Pertemuan tersebut dikatakan membicarakan masalah pembangunan wilayah Solo Raya.

Seusai acara, Aria Bima mengatakan koordinasi dan kolaborasi antar-kepala daerah di wilayah Solo Raya sangat penting. Hal itu juga tidak lepas dari tugas Ganjar sebagai gubernur.

"Dengan begitu, road map pembangunan Solo Raya nantinya akan semakin jelas. Interkonektivitas misalnya lewat jalan, kereta api nantinya satu desain untuk membuat kebijakan transportasi publik. Selain itu juga terkait road map branding wisata dan budaya," kata Aria Bima dalam keterangan resmi.

Seperti diketahui, daerah yang termasuk Solo Raya yakni Kota Solo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri atau biasa disingkat Subosukowonosraten.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng V (Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Kota Solo) ini memberikan contoh pembangunan moda transportasi bus dan kereta api yang harus terkoneksi antar-daerah di Solo Raya.

"Transportasi bus untuk Subosukowonosraten dalam rangkaian. Jalan kereta yang melewati Wonogiri, Sragen, Klaten, kenapa tidak dalam satu orkestrasi di Solo Raya untuk keperluan pariwisata misalnya," jelasnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut untuk mengikat tali batin terlebih dulu, untuk kemudian bisa dilanjutkan dalam ikatan tali pikiran dan diimplementasikan dalam tali kebijakan.

Sementara, Gibran mengatakan bahwa pertemuan itu digelar santai. Ia bersama Ganjar, Etty dan Aria Bima hanya ngobrol terkait sinergi pembangunan daerah.

Gibran mengatakan sejumlah persoalan dibahas dalam pertemuan itu. Intinya, bagaimana membangun kerjasama dalam pembangunan kawasan Solo Raya.

"Kami membahas pengembangan Solo Raya. Kerja sama di wilayah Solo Raya penting. Karena masalah Sukoharjo itu masalah Solo juga. Masalah bersama dan harus diselesaikan bersama," katanya.

Ia memberikan contoh masalah kerusakan Underpass Makamhaji di Kartasura Sukoharjo. Dampak dari kerusakan itu berdampak pada lalu lintas di Kota Solo sehingga pengguna jalan dalam kota padat.

Selain itu, adanya laporan jalan berlubang di Gemolong Kabupaten Sragen, yang mengadu kepada Gibran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved