Breaking News:

Berita Kendal

Songsong KBM Tatap Muka, Pemkab Kendal Gagas Dua Sekolah Ramah Anak

Pemkab Kendal melalui Dinas P2KBP2PA menggagas dua sekolah ramah anak.

Istimewa
Sosialisasi sekolah ramah anak di SMPN 3 Patebon oleh DP2KBP2PA Kendal, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dalam rangka persiapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Juni-Juli mendatang, Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) menggagas 2 sekolah ramah anak. Masing-masing di SMPN 1 Cepiring dan SMPN 3 Patebon.

Kepala DP2KBP2PA Kendal, Asrifah mengatakan, dua sekolahan tersebut dijadikan pilot projek sekolah ramah anak pada 2021. Artinya, pihak DP2KB2PA menggandeng sekolah agar menyusun skema pembelajaran dan kebijakan yang ramah terhadap anak.

Meliputi, tidak menerapkan sanksi kekerasan, melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak, serta menviptakan suasana pembelajaran yang nyaman bagi anak. 

"Dukungan dan komitemen bersama untuk mewujudkan sekolah ramah anak ini perlu dilakukan. Sudah ada Perda Nomor 5 tahun 2017 tentang Perlindungan Anak. Dan Perbup Nomor 59 tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pengasuhan Anak," terangnya di Kendal, Kamis (18/3/2021).

Kata Asrifah, pada 2021 ini, pihaknya mencoba masuk ke dunia pendidikan dalam rangka menekan angka kekerasan anak di Kendal. Tak terkecuali pendidikan di lingkungan pesantren. 

Dengan itu, ia berharap satuan pendidikan bisa menerapkan kebijakan ramah anak. Sehingga, anak bisa tumbuh dan berkembang maksimal di lingkungan sekolah

"Selama pandemi ini, kekerasan terhadap anak bertambah. Terutama saat pembelajaran daring, apalagi orangtuanya tidak bisa mengawasi langsung, kenakalan anak bertambah. Perlu disiplin positif yang bisa membantu anak berpikir positif," harapnya. 

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Abdul Mufid mengatakan, anak-anak seharusnya merasa nyaman saat di sekolah. Sehingga pihak sekolah harus mengedepankan prinsip pemenuhan hak anak agar terwujud anak yang baik. Seperti contoh memberikan kesejukan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. 

Dikatakannya, dalam pergaulan masa kini sering terjadi tindakan bullying atau kekerasan terhadap anak sesama teman bermain. 

Dalam hal ini, pihak sekolah harus bisa mencegah tindakan yang berdampak pada mentalitas anak melalui kegiatan dan komunikasi yang mengakrabkan semua lapisan di sekolah

"Hindari kekerasan terhadap anak, karena kurangnya kasih sayang terhadap anak akan mempengaruhi  pertumbuhan mental dan spiritual anak," ujarnya 

Kepala SMP Negeri 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan, semua guru dan pegawai TU berkomitmen nantinya bakal memberikan pelayanan yang ramah terhadap anak didik.

Program-program sekolah pun diarahkan pada pemberian pelayanan yang berdahabat dengan anak. Sehingga perkembangan anak di lingkungan SMPN 1 Cepiring lebih maksimal. 

"Sosialisasi dan arahan dari DP2KBP2PA akan menjadi modal awal kami memulai pembelajaran yang lebih ramah terhadap anak," ujarnya. (*)

Sosialisasi sekolah ramah anak di SMPN 3 Patebon oleh DP2KBP2PA Kendal, Kamis (18/3/2021).
Sosialisasi sekolah ramah anak di SMPN 3 Patebon oleh DP2KBP2PA Kendal, Kamis (18/3/2021). (Istimewa)
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved