Breaking News:

Berita Semarang

Terapkan Strategi Tepat, Industri Molding di Solo Tetap Eksis Sepanjang Pandemi

Para pelaku bisnis UMKM terus berusaha menyusun strategi agar dapat survive dan eksis sepanjang pandemi.

Istimewa
Pemilik PT Sinergi Solo Sejahtera (PT SSS), Sutarmin terlihat sedang menunjukkan hasil produksi bisnis miliknya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Para pelaku bisnis UMKM terus berusaha menyusun strategi agar dapat survive dan eksis sepanjang masa pandemi ini, seperti dua UMKM manufaktur binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Solo, yaitu UD Widya Jaya Teknika (UD WJT) milik Yanuar dan PT Sinergi Solo Sejahtera (PT SSS) milik Sutarmin yang fokus pada bisnis pembuatan mold atau cetakan dari logam atau dikenal dengan proses molding.

Dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM yang diselenggarakan YDBA dengan mengusung tema Industri Molding di Solo Tetap Eksis Sepanjang Pandemi, keduanya berbagi cerita mengenai gambaran bisnis molding yang dijalankannya. Turut hadir pula dalam Jelajah Virtual UMKM, yaitu Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalinging dan Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto.

“Sejalan dengan tema Jelajah Virtual UMKM, tips UMKM tetap eksis di masa pandemi, satu diantaranya adalah UMKM siap memasuki pasar online dengan mengoptimalkan media digital yang ada. Seperti yang dilakukan oleh Yanuar maupun Sutarmin,” ucap Handoko Pranoto dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM, Kamis, (18/3/2021).  

Adapun dalam kegiatan tersebut, Yanuar, Pemilik dari UD WJT yang memproduksi berbagai cetakan atau mold untuk produk-produk rumah tangga dan lainnya, seperti cetakan gagang sapu, cetakan celengan dengan berbagai bentuk, gagang alat pel dan produk lainnya menuturkan sempat mengalami penurunan omzet hingga 50 persen di awal pandemi bulan Maret 2020. 

Dalam kondisi tersebut, dirinya terus menyusun strategi agar penurunan omzet dapat segera terhenti, diantaranya seperti melakukan riset produk cetakan yang diminati pasar, kemudian membuat cetakan tersebut dan memasarkannya. 

“Saya juga aktif dalam berkomunitas. Bagi saya, berkomunitas bukan hanya berbagi pengetahuan ataupun tren terkini, tetapi juga membuka peluang dalam berbagi order sesama UMKM yang fokus pada pekerjaan molding,” ujar Yanuar.

Dengan kegigihannya tersebut, pada Agustus 2020 omzet Yanuar pun mulai naik, hingga akhirnya pada Desember 2020 omzetnya cukup baik. Menurut Yanuar, adaptif terhadap keinginan customer dan selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada customer dengan memberikan produk yang berkualitas, harga kompetitif dan pengiriman yang tepat waktu menjadi kunci bisnis yang dijalankan Yanuar.

Yanuar berharap, ke depan usahanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas, khususnya untuk wilayah Solo yang menjadi daerah tempat tinggalnya.

Hal senada juga dilakoni Sutarmin, Pemilik PT SSS, sepanjang pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun ini, Sutarmin bersyukur usahanya masih tetap eksis dan tidak mendapatkan imbas yang signifikan. Selalu memperluas networking dan menjaga kepercayaan dari customer menjadi strategi Sutarmin dalam mendapatkan order dari berbagai wilayah, dari Jakarta hingga Surabaya.

Untuk saat ini, Sutarmin intens memproduksi cetakan atau mold produk untuk sendok, tempat sambal, gagang alat pel, lemari plastik dan berbagai produk lainnya. Ke depan, Sutarmin berharap bisnisnya tidak hanya menghasilkan produk cetakan atau mold saja, tetapi juga menghasilkan produk yang siap untuk digunakan oleh end customer.

Adapun keduanya sejak bergabung menjadi binaan YDBA pada tahun 2019, aktif dalam mengikuti berbagai program pembinaan, seperti Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan & Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Pelatihan Cost Calculation, Pelatihan & Pendampingan QC (Quality Control), Pelatihan & Pendampingan PPIC (Production Planning & Inventory Control), Pelatihan & Pendampingan TPM (Total Productive Maintenance), Pelatihan SOP (Standart Operating Procedure), Pelatihan & Pendampingan QCC (Quality Control Circle), Pelatihan ToT 5R, Pelatihan Digital Marketing, Pelatihan Cost Accounting and Working Capital Management, Pelatihan Management Capability & Engineering Capabillity, Pelatihan LK3 (Lingkungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan Pelatihan HRD (Human Resource Development).

Keduanya juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan perusahaan besar maupun UKM sebagai potensi pasar dalam bisnisnya, seperti PT Sarandi Karya Nugraha, PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri, PT Inti Ganda Pratama dan lainnya. Dalam hal pembiayaan, Yanuar dan Sutarmin juga dijembatani bertemu dengan Bank Pemerintah untuk mendapatkan akses pembiayaan melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR). (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved