Breaking News:

Berita Kudus

Pasar Malam di Dandangan Kudus Ditiadakan, HM Hartopo: Pengunjungnya Sulit Dikondisikan

Pasar malam yang selalu ada 7 hari jelang Ramadan di sekitar Masjid Menara Kudus akhirnya dipastikan.

TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN
Masjid Menara Kudus. Kurang dari sebulan lagi di masjid tersebut akan diadakan tradisi Dandangan untuk menyambut Ramadan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pasar malam yang selalu ada setiap tujuh hari menjelang Ramadan di sekitar Masjid Menara Kudus akhirnya dipastikan. Pelaksana tugas (Plt) Bupat Kudus HM Hartopo mengatakan sudah menggelar rapat untuk membahas pasar malam di Dandangan. 

Menurutnya, sudah ada penolakan untuk membolehkan pasar malam tersebut, karena kondisi masih pandemi Covid-19. Atas dasar itu, HM Hartopo mengaku pesimis pasar malam yang menjadi rangkaian acara Dandangan di sekitar area Masjid Menara Kudus bisa terselenggara.

”Kemarin waktu rapat kita bisa mengondoisikan pedagangannya, untuk jaga jarak dan protkol kesehatan kesehatan. tapi pengunjungnya apakah bisa mengondisikan?” kata Hartopo, Jumat, (19/3/2021). 

Dia menambahkan pedagang bisa menyediakan tempat cuci tangan dan jarak antar pedagang bisa diatur, tetapi yang paling sulit adalah pengunjung. karena, kata dia, dengan banyaknya orang di satu tempat kemungkinan besar protokol kesehatan diabaikan.

Hartopo menyatakan pesimis bisa menggelar pasar malam di area Masjid Menara Kudus. ”Kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi kalau ada city walk mudah-mudahan bisa membantu lah,” imbuhnya.

Sementara itu, terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, RR Lilik Ngesti W, menjelaskan Dandangan merupakan tradisi yang sudah ada sejak Sunan Kudus. Proses Dandangan itu ditandai dengan menabuh bedug sebagai pengumuman awal puasa Ramadan.

”Kalau merujuk cerita singkat sederhana itu tidak ada bedanya dengan Muhammadiyah dan NU dalam menentukan hari puasa dan lebaran. Jadi ada woro-woro, rapat skala nasional. Seperti itulah Dandangan itu tapi plingkupnya kecil  karena sekitar Menara,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pengumuman awal puasa itu tidak hanya diikuti  masyarakat sekitar Masjid Menara, masyarakat dari luar daerah juga banyak yang datang. Masyarakat dari daerah lain, tutur Lilik juga, turut meramaikan.

Kata Lilik, lambat laun  pedagang-pedagang bermunculan dan  lama kelamaan terorganisasi dengan baik. Mereka berdagang di area Masjin Sunan Kudus selama 14 hari sebelum hari Puasa Ramadan. Dan munculnya pedagang-pedagang itu menjelang prosesi Dandangan.

”Pada akhirnya (pasar malam) disepakati menjadi bagian prosesi Dandangan,” tandasnya.(*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved