Breaking News:

Berita Slawi

Bupati Tegal Umi Azizah Sematkan Baret Menwa pada 26 Mahasiswa, Berikut Pesan yang Diamanatkan 

Sebanyak 26 mahasiswa menerima baret Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Yudha XLIV dari Bupati Tegal Umi Azizah. 

Istimewa
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memimpin upacara pembaretan kepada 26 mahasiswa berlangsung di halaman kantor Sekretariat Kabupaten Tegal, Jumat (19/3/2021) lalu ini dihadiri sejumlah pejabat dari unsur TNI.  

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Sebanyak 26 mahasiswa menerima baret Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Yudha XLIV dari Bupati Tegal Umi Azizah

Mereka terdiri atas 17 orang mahasiwa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama (STKIP NU) Tegal, dan 9 orang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Mandala Husada (STIKes Bhamada) Slawi. 

Upacara pembaretan yang berlangsung di halaman kantor Sekretariat Kabupaten Tegal, Jumat (19/3/2021) lalu ini dihadiri sejumlah pejabat dari unsur TNI.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal saya mengucapkan selamat kepada Menwa baru yang telah berhasil menempuh jenjang pra pendidikan dasar dan pendidikan dasar resimen Mahasiswa Mahakarta di Secaba Magelang,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (21/3/2021). 

Menurutnya, pembaretan ini merupakan tahapan akhir untuk memantapkan calon anggota baru sebelum menjadi anggota resimen mahasiswa yang seutuhnya. 

Umi pun menegaskan jika Menwa adalah kader tunas bangsa yang terlatih dan siap sedia dalam bela negara, mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sihankamrata).

“Setelah ditempa dengan serangkaian latihan dan pendidikan ilmu keprajuritan, ilmu kepimimpinan, maka kini kalian adalah bagian dari generasi mahasiswa unggul, kader pemimpin masa depan yang memiliki fungsi ganda sebagai komponen cadangan pertahanan negara,” ujarnya.

Kehadiran Menwa, lanjut Umi, sangat diperlukan sebagai filter di tengah situasi kebangsaan saat ini yang dihadapkan pada persoalan serius intoleransi, diskriminasi, kekerasan berbasis etnis agama, radikalisme, hingga terorisme. 

Sementara kebebasan komunkasi di ruang sosial media, tidak sedikit yang menyalahgunakannya untuk menyebarkan hal negatif seperti berita bohong dan ujaran kebencian.

Umi berpandangan jika generasi muda sekarang masih harus banyak belajar untuk menerima setiap perbedaan. Baik itu perbedaan keyakinan, perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan. 

Tujuannya agar terbangun kehidupan toleransi yang semakin baik di kalangan calon penerus estafet pembangunan di negeri ini.

“Saya titip pesan kepada para Menwa Mahadipa Yudha agar terus menanamkan semangat patriotisme dan cinta tanah air, karena nilai-nilai luhur ini harus terus digaungkan dan dijalinkan dalam kehidupan generasi muda, demi terwujudnya masa depan bangsa Indonesia yang tangguh, bersatu, sejahtera, lahir dan batin,” pesan Umi. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved