Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Rektor Unisvet Beri Penghargaan Dosen dan Tenaga Kependidikan Berprestasi

Universitas Ivet (Unisvet) Semarang memberikan penghargaan kepada beberapa dosen dan tenaga kependidikan berprestasi. Penghargaan diberikan saat perin

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Istimewa
Rektor Unisvet Semarang, Prof Rustono (kanan), foto bersama dengan dosen dan tenaga kependidikan berprestasi usai penyerahan penghargaan di halaman kampus Unisvet, Bendan Dhuwur, Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Ivet (Unisvet) Semarang memberikan penghargaan kepada beberapa dosen dan tenaga kependidikan berprestasi. Penghargaan diberikan saat peringatan Dies Natalis ke-2 di halaman kampus Unisvet, Bendan Dhuwur, Semarang.

Ada enam kategori dosen dan tenaga kependidikan yang menerima penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan dari Rektor Unisvet, Prof Rustono.

Meliputi, dosen teraktif dalam pembelajaran menggunakan learning management system (LMS), dosen dengan HAKI dan terbitan buku terbanyak, dosen dengan jurnal terindeks Scopus terbanyak, dosen dengan skor Sinta tertinggi, Ketua Prodi dengan capaian program terbaik, dan tenaga kependidikan produktif dalam penulisan buku.

Rektor Unisvet, Prof Rustono mengatakan, penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi tersebut untuk memotivasi dosen dan tenaga kependidikan lainnya agar meningkatkan produktivitasnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Dengan penghargaan ini merupakan wujud perhatian Ivet kepada para dosen dan tenaga kependidikan. Sehingga mereka termotivasi untuk meningkatkan karya ilmiahnya," katanya, Selasa (23/3/2021).

Dikatakannya, kompetensi akademik seorang dosen dapat dilihat dari karya ilmiahnya yang terpublikasi melalui jurnal terindeks, tak hanya mengajar di kampus. Dengan semakin banyak karya ilmiah yang ditulis, maka akan berdampak pada peningkatan karir.

"Dosen itu harus menulis, menulis dan menulis. Dosen yang produktivitasnya tinggi maka kenaikan pangkat jabatannya juga tinggi. Mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala hingga guru besar," paparnya.

Prof Rustono mengungkapkan, banyak dosen yang ingin naik pangkatnya. Namun selama ini yang menjadi kendala yaitu minimnya karya ilmiah.

"Menjadi dosen sudah lama, jam mengajarnya juga banyak, tapi tidak bisa naik pangkat karena terhalang minimnya karya ilmiah," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap para dosen terus meningkatkan karya ilmiahnya. Ia menargetkan setiap dosen membuat satu karya ilmiah tiap semester, baik dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

"Semakin banyak karya ilmiahnya, makanya semakin produktif. Salah satu usaha kami ya memberikan penghargaan agar dosen-dosen semakin banyak karya ilmiahnya," tambahnya.

Berdasarkan data dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah masih minim. Padahal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar namun belum terserap secara maksimal.

"Kesempatan yang diberikan kepada Ivet dan perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah, ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Dosen mengajukan proposal hibah penelitian atau pengabdian, yang nanti luarannya adalah artikel jurnal, baik Scopus atau bereputasi. Ini kita dorong terus," terangnya.

Tak hanya mengandalkan hibah dari pemerintah, Unisvet juga menstimulus para dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat menggunakan dana internal kampus. Hal itu dilakukan agar para dosen yang tidak mendapatkan hibah penelitian dari pemerintah, tetap bisa melakukan penelitian menggunakan dana internal. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved