Berita Purbalingga
Anak yang Sempat Dirantai Orangtuanya di Purbalingga Mendapat Pendampingan Dari Psikolog
Ia menuturkan jika sejauh ini dia melihat perilaku yang dilakukan oleh si anak masih bisa berperilaku seperi dulu kala
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - MNA (7) seorang anak di Purbalingga yang sempat dirantai oleh orangtuanya sendiri karena dianggap bandel, mendapatkan bimbingan secara psikologis.
Bukan hanya anaknya saja, ibu dan nenek juga bertemu dengan psikolog dari RS Goeteng Purbalingga untuk mengetahui kondisi kesehatan mental secara menyeluruh.
"Saya sudah bertemu dua kali ini. Pertama itu bertemu yang pertama di Poli Psikologi RSUD Goeteng," ujar Psikolog RS Goeteng Purbalingga, Kurniasih Dwi Purwanti kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (25/3/2021).
Ia menuturkan jika sejauh ini dia melihat perilaku yang dilakukan oleh si anak masih bisa berperilaku seperi dulu kala.
Akan tetapi ada sedikit perubahan, yaitu jika dulu bisa makan sendiri, tapi sekarang harus disuapin.
Menurunnya hal itu adalah sebagai bentuk cari perhatian dari si anak.
Ia menilai bahwa secara umum, memang kemampuannya tidak sama dengan yang lain, dan cenderung lebih aktif.
Menurutnya pihak orangtua juga perlu melakukan konseling dan skrining bahwa menangani anak seperti itu semestinya seperti apa.
"Untuk anak tujuh tahun memang aktif sekali.
Kemampuan kognitif seperi baca tulis juga kurang, dan tidak seperti teman lainnya.
Otomatis orang yang memberikan semacam pengertian atau pengetahuan itu 'gemas' dalam kata lain kesal sendiri," ungkapnya.
Menurut Kurniasih, pola asuh sejak dini sangat mempengaruhi perilaku anak saat ini.
Tentunya jika sejak kecil bahwa jika ada indikasi hiperaktif bisa lebih ditangani lebih lanjut.
"Kita punya rencana konseling anak dan ibu.
Akan kita pantau nanti sampai umur 8 tahun, apakah kognitifnya akan berubah atau tidak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anak-yang-sempat-dirantai21.jpg)