Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Pengunjung Pantai di Bali Diusir Security Hotel, Pemilik Puri Santrian: Ini Miskomunikasi

Seorang perempuan bernama Mirah Sughandi yang sedang mengunjungi Pantai Sanur, Bali diusir oleh petugas keamanan sebuah hotel, Rabu (24/3/2021). 

Tayang:
Editor: m nur huda
Instagram/ @bayucuaca
Tangkapan layar tempat seorang warga yang diusir saat duduk di pantai kawasan Sanur, Bali, viral di media sosial, Rabu (24/3/2021). 

Diketahui, hotel tersebut adalah Puri Santrian, yang berlokasi di Sanur, Denpasar, Bali.

Mereka memberikan tanggapan terkait viralnya unggahan video Mirah Sugandhi yang diusir saat duduk di pantai belakang Hotel Puri Santrian.

Pemilik Puri Santrian yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), IB Gede Sidartha Putra mengatakan, kejadian tersebut merupakan miskomunikasi.

Sidartha mengatakan, di Sanur tidak ada yang namanya private beach.

“Semua beach milik publik, sehingga kegiatan masyarakat berwisata, mencari ikan, upacara adat, tidak boleh ada pelarangan dari hotel,” katanya dikutip dari Tribun Bali, Rabu (24/3/2021).

Ia menambahkan, Santrian sudah beroperasi selama 50 tahun dan ini merupakan kasus pertama.

“Ini kasus pertama dan menjadi pembelajaran buat semua pihak termasuk kami bagaimana men-training staf kami. Walaupun niatannya baik, namun penyampaiannya harus tepat sehingga tidak terjadi miskomunikasi seperti ini,” katanya.

“Saya pikir ini miskomunikasi dan kami tidak pernah melarang masyarakat, apalagi masyarakat Sanur,” kata Sidartha menambahkan.

Apalagi saat pandemi seperti saat ini pihaknya belajar bahwa wisatawan domestik tak bisa diremehkan.

Masalah selesai

Sidartha mengatakan, manajemen hotel telah mengundang Mirah Sugandhi untuk melakukan komunikasi. Kedua pihak menyepakati masalah telah selesai.

“Jadi sebelum menjawab di sosial media, sebelum dibawa ke ranah politik, kami clear-kan dengan ibu itu. Bu Mirah sudah hadir dengan suami dan anaknya mencari titik temu yang baik,” katanya.

Sementara itu, terkait tersebarnya iklan promosi hotel yang mencantumkan private beach, menurutnya itu merupakan trik marketing.

“Ada trik marketing yang dilakukan e-commerce dan ini sudah baku. Kalau dia nempel dengan pantai, diberikan jualannya seperti private beach, tapi bukan kepemilikan yang privat, tapi akses masuk itu yang privat,” katanya.

“Kalau berada di sekitar jalan masuk ada beach side, ada di sebelah pantai artinya. Jadi customer dan travel agent sebenarnya sudah tahu kalau cukup jauh 300 atau 500 meter. Iistilahnya walking distance to the beach," ujar Sidartha menambahkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved