Breaking News:

Berita Salatiga

Menikmati Menu Nasi Goreng Salak di WKS Salatiga

Toping menu masakan nasi goreng pada umumnya menggunakan daging ayam, babat iso, telur, atau sosis.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Menu nasi goreng buah Salak di WBS di Jalan Srikandi, Kelurahan Grogol, Kota Salatiga, Jumat (26/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA-Toping menu masakan nasi goreng pada umumnya menggunakan daging ayam, babat iso, telur, atau sosis.

Tapi berbeda jika Anda datang ke Warung Kebun Salak (WKS) yang beralamat di Jalan Srikandi, Kelurahan Grogol, Kota Salatiga pengunjung akan menjumpai menu masakan nasi goreng dengan toping daging buah Salak.

Pemilik WBS Laili Musyarofah mengatakan awal mula memiliki ide menjual menu nasi goreng Salak karena sebelumnya telah ada kopi dari biji salak, kemudian coklat Salak, serta teh berbahan serbuk kulit Salak.

"Jadi karena sebelumnya saya menjual serbuk kopi dari bahan biji salak yang dikeringkan terus disangrai kemudian dihaluskan banyak yang suka. Ini mencoba inovasi nasi goreng tetapi topingnya memakai daging salak bukan ayam dan sebagainya," terangnya kepada Tribunjateng. com, Jumat (26/3/2021)

Menurut Laili, dalam pembuatan menu masakan nasi goreng Salak ini tidak berbeda jauh dengan cara memasak nasi goreng pada umumnya. Hanya saja, mengganti toping dengan daging buah Salak.

Ia menambahkan, dalam proses memasak nasi goreng Salak tersebut tidak dicampur menjadi satu adonan. Melainkan, setelah nasi goreng siap dihidangkan cukup di atasnya diberi potongan daging Salak.

"Per porsi untuk nasi goreng Salak ini kami hargai Rp 8 ribu rupiah. Bagi pembeli yang ingin sekaligus menjajal kopi Salak dihargai Rp 5 ribu," katanya

Pihaknya mengungkapkan, alasan lain menyajikan menu masakan serta minuman dengan campuran buah Salak karena lokasi WKS berada di tengah-tengah kebun Salak.

Dikatakannya, dalam inovasi resep masakan nasi goreng Salak ini tidak sekadar semua daging buah Salak dapat digunakan. Tetapi lanjutnya, yang terbaik memakai daging buah Salak jenis pondoh dengan kematangan cukup.

"Apabila kurang matang justru akan merusak cita rasa nasi gorengnya. Jadi buah Salak harus sedikit manis tapi juga tidak terlalu asam. Kalau kematangan juga dagingnya rentan rusak. Bagi pembeli yang ingin mencoba WBS buka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB," ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved