Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Pohon Kelapa Bercabang 9 di Jepara, Buahnya Diyakini Bisa Sembuhkan Santet

Pemilik pohon kelapa cabang sembilan di Jepara bisa membantu banyak orang yang butuh pertolongan.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Hal tidak diduga menjadi pemilik pohon kelapa bercabang sembilan di Jepara ini adalah bisa membantu orang yang butuh pertolongan.

Rumah Nanang Aries (35) berkali-kali didatangi warga berbagai daerah yang hendak meminta buah kelapa miliknya.

Menurut penduduk Desa Bondo Krajan, Kecamatan Bangsri, Jepara, Jawa Tengah ini, pohon kelapa yang berada di depan rumahnya itu merupakan turunan ketiga. 

Dua pohon sebelumnya malah memiliki cabang lebih banyak, masing-masing 21 cabang dan 17 cabang.

Keduanya sudah tumbang karena tidak kuat menahan banyaknya cabang pohon.

Selama menjadi pemilik pohon kelapa cabang sembilan setinggi 17 meter itu, sudah puluhan orang mendatanginya.

Mereka bermaksud meminta buah kelapa.

Kebanyakan beralasan sebagai obat guna menyembuhkan penyakit yang terjadi di luar nalar.

”Jadi orang-orang yang datang mencari untuk obat.

Biasanya untuk pengobatan penyakit-penyakit di luar medis. 

Contohnya adalah orang-orang yang kesurupan atau orang Jawa bilang orang disalahi atau santet," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (26/3/2021). 

Mereka datang dari berbagai daerah.

Biasanya yang mencari dari keluarga pasien atau malah tabib yang mengobati.

"Katanya kalau sudah kronis, diobati dengan buah kelapa bercabang bisa sembuh.

Terbukti kok seperti itu meski saya belum pernah bertemu (pasien) langsung,” lanjutnya.

Kolektor Tanaman

Kalangan lain yang datang ke rumahnya meminta buah kelapa dari pohon cabang sembilan adalah kolektor tanaman unik.

Pasalnya, jenis tersebut tergolong langka dan sulit dicari.

Bahkan pernah tamu yang datang berniat membelinya dengan harga fantastis ketika pohon itu masih rendah.

Nanang tegas menolak tawaran tersebut.

”Perhitungannya ketika harga bensin seliter masih Rp 2.500, pernah dinilai Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.

Kalau nominal sekarang ya kurang lebih Rp 200 juta hingga Rp 300 juta,” ungkap Nanang.

Dia tidak tahu pohon kelapa bercabang miliknya ini faktor kebetulan atau genetik.

Sebab, sudah ada tiga pohon kelapa di rumahnya semua bercabang. 

Pohon yang tersisa sekarang sudah berumur sekitar 25 tahun.

Nanang tidak ingat siapa yang menanam tiga pohon tersebut.

"Kalau tidak orangtua saya, ya simbah (kakek).

Saya tidak tahu karena dulu saya mondok.

Pulang selesai mondok, pohon kelapa itu sudah ada," jelasnya. 

Satu yang pasti, pohon kelapa itu tak pernah berhenti berbuah.

Setiap tiga bulan sekali muncul buah muda.

Jumlah buah banyak karena masing-masing cabang menghasilkan buah.

Airnya segar dagingnya pun tebal.

Rekombinasi Gen

Terpisah, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus, Hendi Hendro, mengakui keberadaan pohon kelapa cabang sembilan adalah hal unik.

Kalau  dikumpulkan bisa menjadi kajian tersendiri sehingga bisa dikaji lebih mendetail.

Hendi berpendapat, pohon kelapa bercabang sembilan itu kemungkinan besar rekombinasi gen.

Mengalami perubahan struktur gen akibat mutasi.

”Kalau terjadi mutasi gen, kemungkinan keturunanya kelak juga akan bercabang,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved