Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Orang Indonesia Ditangkap saat Akan Bunuh Eks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad

Eks perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad hampir saja dibunuh oleh seorang warga negara Indonesia (WNI).

Editor: rival al manaf
AFP / MOHD RASFAN
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. 

TRIBUNJATENG.COM, MALAYSIA - Eks perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad hampir saja dibunuh oleh seorang warga negara Indonesia (WNI).

Namun sebelum melakukan perubatan itu ia lebih dahulu ditangkap polisi Malaysia.

WNI laki-laki itu ditangkap bersama dua pria Malaysia lainnya, dan mereka termasuk di antara enam tersangka yang terlibat kelompok teroris ISIS.

Baca juga: Mobil TNI Ringsek Tertimpa Truk yang Diduga Terjun dari Flyover Slipi

Baca juga: Heboh Makam Menggelembung hingga 1,5 Meter, Makin Tinggi Dalam Sepekan

Baca juga: Jadwal Pelayanan Donor Darah PMI Kota Semarang Minggu 28 Maret 2021 Buka di Empat Lokasi

Baca juga: Kunci Persija Bantai Borneo FC 4-0 Menurut Pelatih Sudirman, Semua Berubah Setelah Gol Marco Motta

Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bador menyampaikan, keenam tersangka itu pernah ditangkap di Kuala Lumpur, Selangor, Perak, dan Penang, pada 6-7 Januari 2020.

Selain Mahathir yang merupakan eks Perdana Menteri Malaysia, para tersangka juga menargetkan beberapa menteri "Negeri Jiran".

Mereka juga berencana menyerang kasino di Dataran Tinggi Genting dan pabrik bir di Lembah Klang.

"Mereka bagian dari sel ISIS yang dibentuk pada 2019 yang bertujuan menyebar ideologi Salafi Jihadi, merekrut anggota baru, dan melancarkan serangan di Malaysia," kata Abdul Hamid dikutip dari The Star, Sabtu (27/3/2021).

Ketiga pria itu mengancam akan membunuh Mahathir dan beberapa anggota kabinetnya, karena mereka dipandang sebagai pemerintah sekuler.

Namun, pada akhirnya mereka tak bisa menyusun rencana penyerangan, termasuk menyiapkannya.

Ketiganya diadili dan dihukum berdasarkan Pasal 130B (1) (a) KUHP, karena memiliki barang-barang terkait kelompok teroris atau kegiatan teroris.

 
Penangkapan ini terjadi setelah asisten direktur Divisi Kontra-Terorisme Cabang Khusus (E8) Bukit Aman, Ajun Komisaris Azman Omar, mengatakan pada Kamis (25/3/2021), bahwa seorang pria yang ditahan oleh polisi berencana untuk membunuh sejumlah mantan pemimpin.

 
Para petinggi Malaysia itu termasuk Mahathir dan mantan menteri keuangan Lim Guan Eng, serta mantan Jaksa Agung Tommy Thomas.

Tersangka ditangkap oleh E8 pada Januari, bersama dengan lima pria lainnya yang mendukung ISIS.

SAC Azman mengatakan, tersangka mengaku ingin melancarkan serangan tunggal terhadap mantan Dr M (panggilan Mahathir), Lim, Thomas, dan mantan menteri urusan agama Datuk Seri Dr Mujahid Yusof Rawa.

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca Kudus Hari Ini, Minggu 28 Maret 2021

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kendal Hari Ini Minggu 28 Maret 2021

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca Demak Hari Ini, Minggu 28 Maret 2021

“Saat diinterogasi, tersangka mengaku berencana menusuk mereka dengan pisau atau benda tajam,” ujarnya.

SAC Azman juga mengatakan, total 558 orang ditangkap sejak 2013 karena diduga terlibat ISIS

"Sebanyak 256 orang sudah diadili, 51 sudah ditempatkan di bawah Pencegahan Tindak Pidana (Poca), 37 di bawah Pencegahan Terorisme Act (Pota) dan sisanya dibebaskan," tambahnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved