Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ngopi Pagi

FOKUS: Alumni Kembali Masuk Sekolah

KEKANGENAN Mulyadi terhadap sekolah, dimana dirinya pernah menimba ilmu, akhirnya terobati. Belum lama ini, dia secara khusus mengajak istri dan kedua

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
Bram Kusuma
Deni Setiawan wartawan Tribun Jateng 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

KEKANGENAN Mulyadi terhadap sekolah, dimana dirinya pernah menimba ilmu, akhirnya terobati. Belum lama ini, dia secara khusus mengajak istri dan kedua anaknya datang ke SMA Negeri 1 Sidareja, Kabupaten Cilacap.

Dia merupakan lulusan pada angkatan 2004. Kondisi fisik sekolah tersebut tentunya sudah berbeda jauh dibandingkan saat dirinya bersekolah. Banyak yang telah berubah. Meskipun demikian, memori pada dirinya masih kuat.

Satu persatu dia ceritakan gedung berikut kenangan di sekolah tersebut, tak terkecuali kenakalannya kala itu. Sebagai contoh membolos dan pergi ke Pantai Pengandaran, Jawa Barat saat jam aktif sekolah.

Belum lagi menunjuk tiga ruang kelas yang pernah ditempatinya masing-masing selama setahun, serta warung yang menjadi tempat favorit di kala jam kosong pelajaran –guru tidak hadir.

Ibaratkan Mulyadi, mayoritas peserta didik saat ini nampaknya akan menunjukkan perasaan dan sikap serupa. Tanpa disadari, mereka seakan telah menjadi seorang alumni yang sedang merindukan sekolah.

Diyakini, bukan serta merta karena alasan ketidakpahaman terhadap suatu mata pelajaran tertentu selama menjalani pembelajaran daring (jarak jauh), melainkan suasana di sekolah.

Angin segar terkait mulai diizinkannya pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut tentunya akan disambut suka cita. Tidak hanya peserta didik, namun juga para orangtua.

Terlebih tak dimungkiri, jenuh dan bosan sudah ada di benak mereka selama sekira setahun ini menjalani proses belajar di rumah, tanpa teman sebaya apalagi guru favoritnya.

Sekadar informasi, setiap daerah telah menunjuk dan mengusulkan empat sekolah untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Serentak di Jawa Tengah, uji coba tersebut dilaksanakan pada 5 hingga 16 April 2021.

Bila ditotal, ada 140 sekolah yang akan melaksanakannya. Dimana di masing-masing kabupaten/kota telah memilih satu sekolah, baik itu di tingkat SMP, SMA, SMK, dan MA.

Yang menjadi pertanyaannya, benar-benar siapkah? Bila ditinjau dari syarat protokol kesehatan di sekolah, mayoritas sudah siap, namun kemudian dipilih yang lebih siap, baik dari sisi sarana maupun prasarananya.

Sebagai contoh sekolah di Kabupaten Semarang, yang menyatakan 85 persen sudah siap dan 95 persen orangtua siswa telah mengizinkan digelarnya PTM tersebut.

Bahkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang, Pujo Pramudjito, protokol kesehatan di sekolah lebih baik dibandingkan di pasar. Seluruh alur mulai dari siswa masuk hingga pulang sekolah telah disimulasikan secara baik.

“Tetapi ini bukan sebatas itu. Tapi perlu jaminan dari orangtua siswa bersangkutan. Siapkah mereka mengantar dan menjemput anak-anaknya itu? Itu juga sebagai syarat protokol kesehatan,” ucap Pujo.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved