Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Atur Skema Darurat Suplai BBM Akibat Kebakaran Kilang Balongan

Pertamina memastikan akan menutup pasokan minyak yang hilang akibat kebakaran kilang Balongan dari Kilang Cilacap dan Kilang TPPI.

Tayang:
Editor: Vito
ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA
Kepulan asap hitam terlihat dari kebakaran tangki minyak milik Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Akibat kebakaran itu, Pertamina kehilangan 400 ribu barel minyak. 

JAKARTA, TRIBUN - Kebakaran hebat terjadi di Refinery Unit (RU) VI Balongan Pertamina di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3) dini hari. Kebakaran terjadi di tangki T301G.

Penyebab kebakaran belum diketahui dengan pasti, tetapi pada saat kejadian kondisi sedang turun hujan lebat disertai petir.

Akibat kebakaran tersebut, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono mengatakan, sebanyak ratusan ribu barel minyak di Refinery Unit (RU) VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat ludes.

"Insiden ini membuat kami kehilangan produksi sekitar 400 ribu barel yang tidak bisa disuplai dari Kilang Balongan," katanya, dalam konferensi pers daring, Senin (29/3).

Kejadian itupun menuntut Pertamina mengatur skema darurat. Mulyono memastikan akan menutup pasokan minyak yang hilang dari Kilang Cilacap dan Kilang TPPI.

Kedua kilang itu diminta untuk menaikkan produksi dalam kondisi darurat, sehingga suplai dari Kilang Balongan bisa teratasi.

"Jadi nanti akan disuplai dari Kilang Cilacap yang bisa dinaikkan produksinya sampai 300 ribu barel. Suplai dilakukan melalui kapal dan Kilang TPPI produksi menjadi 500 ribu barel lewat terminal Balongan," jelasnya.

Pertamina berjanji operasional Kilang Balongan akan bisa kembali beroperasi setelah kobaran api di tangki bisa padam.

"Kilang tidak ada masalah, normal shutdown, jadi begitu kebakaran ditangani, kilang bisa langsung beroporasi lagi. Sambil menunggu pemadaman, 4-5 hari bisa normal kembali," jelasnya.

Pertamina juga melakukan skema darurat suplai avtur dari Bandara Soekarno Hatta ke dua bandara lain, yakni Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga sekaligus Direktur Commercial and Trading Pertamina, Mas'ud Khamid memastikan, stok avtur di Bandara Soetta saat ini dalam keadaan sangat cukup, karena permintaan konsumsi belum tinggi.

"Bandara Husein dan Halim yang biasa mendapat suplai dari Balongan, kami akan konsolidasi suplai dari Bandara Soekarno-Hatta. Stok sangat cukup, karena kebutuhan tidak begitu besar," ucapnya.

Pihaknya tidak menjelaskan detail kuota avtur yang akan dialihkan dari Bandara Soetta.

Kilang Balongan diketahui juga menyuplai kebutuhan avtur untuk Bandar Udara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Namun, untuk pengalihan suplai sementara akan melalui Terminal BBM Pertamina Rewulu di Yogyakarta.

Pertamina pun sudah meminta Kilang Cilacap agar membantu pasokan avtur bagi tiga bandara lain, yakni Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Bandar Udara Internasional Adisutjipto, dan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA/Yogyakarta International Airport).

"Kami minta dari Kilang Cilacap untuk Bandara Adi Soemarmo, Adisutjipto, dan Bandara Internasional Yogyakarta," paparnya. (Tribunnews/Reynas Abdila)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved