Tribun Jateng Hari Ini
Pemerintah Kebut Program Konversi Elpiji Melon ke CNG, Bahlil Pastikan Harga Tetap Disubisidi
Pemerintah masih melakukan pembahasan teknis dan pengujian terhadap tabung CNG ukuran 3 kg sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mempercepat rencana menjadikan compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti liquified petroleum gas (LPG/elpiji) ukuran 3 kg bagi masyarakat. Penggunaan CNG untuk rumah tangga saat ini sedang dalam tahap uji coba.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, nantinya CNG 3 kg akan disubsidi oleh pemerintah agar harganya terjangkau bagi masyarakat.
Menurut dia, pemberian subsidi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun elpiji akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kami bantu," katanya, ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5).
"Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat," sambungnya.
Ia menyebut, harga jual CNG ukuran 3 kg ditargetkan setidaknya bisa sama dengan elpiji melon saat ini, bahkan jika memungkinkan bakal lebih murah.
Saat ini, Bahlil menuturkan, pemerintah masih melakukan pembahasan teknis dan pengujian terhadap tabung CNG ukuran 3 kg sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat untuk menggantikan elpiji melon.
"Doakan seperti itu ya (bisa lebih murah dari elpiji 3 kg-Red), minimal sama," ujarnya.
Ia berujar, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan untuk tabung ukuran 12 kg dan 20 kg yang digunakan oleh hotel dan restoran.
Namun, dia menambahkan, pemerintah masih mencari formulasi yang tepat agar CNG bisa digunakan rumah tangga melalui tabung ukuran 3 kg.
"Rakyat kan enggak mungkin kami suruh yang berat-berat itu, 20 kg. Ini yang kami lagi godok, dan sudah kami kerjakan sebenarnya sejak setahun lalu. Tapi untuk mendapatkan teknologi yang 3 kg, ini kami lagi tes," jelasnya.
Bahlil menyatakan, pemerintah sedang menunggu hasil uji keselamatan dari Lemigas berkait dengan penggunaan CNG bertabung 3 kg.
Setelah pengujian rampung, CNG 3 kg siap diproduksi dalam skala besar untuk bisa digunakan masyarakat.
"Kalau tabungnya sudah prudent, sudah ditandatangani oleh Lemigas, selesai aspek keselamatannya, itu mau berapa pun (pasokannya-Red) di Indonesia ada, karena kan gas kita kan oversupply," bebernya.
Adapun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman sempat mengungkapkan, implementasi konversi elpiji ke CNG ditargetkan dapat dimulai pada tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kg-yang-ada-di-agen-elpiji-PT-Sendang-Harto-mandiri.jpg)