Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Dari 9.500 Guru di Sragen, Baru 2.600 yang Sudah Tervaksin, Target Selesai Saat Tahun Ajaran Baru

Sebanyak 6.900 guru di Kabupaten Sragen belum tervaksin Covid-19. Dari sebanyak 9.500 guru yang sudah terdaftar baru 2.600 guru yang baru divaksin

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka di TK SBI Sragen, Senin (30/3/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 6.900 guru di Kabupaten Sragen belum tervaksin Covid-19. Dari sebanyak 9.500 guru yang sudah terdaftar baru 2.600 guru yang baru divaksin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi mengatakan Kabupaten Sragen termasuk diprioritaskan vaksinasi karena persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Sragen termasuk diprioritaskan, karena kita persiapkan PTM sehingga sampai saat ini sudah 2.600 guru yang sudah divaksin dari 9.500 guru," kata Suwardi kepada Tribunjateng.com.

Dari jumlah guru tersebut, Suwardi mengatakan sudah mencakup seluruh guru di sejumlah jenjang di Kabupaten Sragen. Mulai dari paud, TK, RA, SD dan MI, SMP dan MTS, SMA, SMK dan MA.

Suwardi melanjutkan guru lansia atau berumur 50-60 tahun lebih menjadi prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi ini, mengingat mereka lebih rentan terpapar Covid-19.

Sementara untuk guru tidak masuk kategori lansia akan dilakukan vaksinasi Covid-19 namun di tahap terakhir dimana ketika guru lansia sudah tervaksin seluruhnya.

"Nanti untuk prioritas guru yang lansia, dari usia 50 tahun ke atas sampai 60 didahulukan. Yang ikut bagian 50 ke bawah itu nanti, kalau masih muda kan imunnya masih kuat," lanjut Suwardi.

Dia mengaku pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk meminta separuh vaksin setiap ada dropping vaksin di Kabupaten Sragen untuk guru.

"Karena program pemerintah yang harus didahulukan yang manula dulu, karena guru juga penting manula juga jadi separuh-separuh," lanjut dia.

Vaksinasi Covid-19 dikatakan Suwardi masih terus dilakukan. Pihaknya menargetkan pada tahun ajaran baru PTM di bulan Juli mendatang semua guru sudah divaksin.

Dengan guru sudah divaksin, pembelajaran tatap muka akan lebih nyaman. Dapat mengurangi rasa takut, was-was para guru maupun siswa saat PTM.

"Tahun Pelajaran baru kan kita berusaha bisa tatap muka, kalau bisa tatap muka guru harus sudah divaksin. Jadi sudah ndak was was lagi, mengurangi rasa takut dan lain-lain," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved