Breaking News:

Berita Kendal

Bupati Kendal Ingatkan Tenaga Pendidik Agar KBM Tatap Muka Tak Menjadi Kluster Baru

Pematangan konsep simulasi pembelajaran tatap muka di Kabupaten Kendal terus disempurnakan.

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pematangan konsep simulasi pembelajaran tatap muka di Kabupaten Kendal terus disempurnakan. Khususnya bagi 4 sekolahan meliputi SMAN 1 Kendal, SMKN 2 Kendal, MAN Kendal, dan SMPN 1 Weleri yang ditunjuk sebagai piloting kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Secara khusus, Bup

Bupati Kendal Dico M Ganinduto memberikan arahan kepada siswa SMPN 1 Weleri saat mengikuti simulasi pembelajaran di sekolah, Rabu (31/3/2021).
Bupati Kendal Dico M Ganinduto memberikan arahan kepada siswa SMPN 1 Weleri saat mengikuti simulasi pembelajaran di sekolah, Rabu (31/3/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

ati Kendal Dico M Ganinduto meminta agar guru dan tenaga kependidikan menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan selama di sekolah. Ia tidak ingin kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka nantinya menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Sementara kasus corona di Kendal saat ini dalam tren positif berangsur menurun secara bertahap. "Diperlukan kerjasama untuk memastikannya, jangan sampai ke depan jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Jadi simulasi ini diharapkan dapat dilanjutkan terus protokol kesehatannya, karena pandemi belum berakhir," terangnya usai mengecek kesiapan KBM tatap muka di SMPN 1 Weleri, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, simulasi ini merupakan ikhtiar bersama untuk menghidupkan kembali dunia pendidikan setelah terdampak pandemi Covid-19. Dengan itu, Dico berharap kualitas pendidikan di Kendal dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. 

Kepada 4 sekolah yang menjadi piloting sekolah tatap muka, Dico meminta agar pihak sekolah benar-benar siap untuk membimbing dan mengawal para siswa. Karenanya, keempat sekolah tersebut menjadi ujung tombak kesuksesan simulasi agar bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya. 

"Kesuksesan sekolah tatap muka di Kendal diawali dengan simulasi ini. Saya akan turun rutin mengecek pelaksanaan nantinya, semua guru hingga siswa harus menjalankan prokes. Termasuk kapasitas ruangan, kepastian sarana transportasi siswa, dan mekanisme lainnya. Setelah itu dievaluasi, baru bisa diteruskan untuk piloting SD," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menegaskan, secara prinsip 4 sekolah yang ditunjuk sudah siap menjalankan KBM tatap muka pada 5 April mendatang. 

Pembelajaran tahap pertama akan berlangsung dua pekan, setelahnya dievaluasi selama sepekan. Setiap harinya, siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka hanya separo dari total kapasitas yang ada.

Mereka akan mengikuti 4 mata pelajaran selama 4 jam pelajaran atau 120 menit tanpa istirahat di luar ruangan. Bagi siswa yang menggunakan mode transportasi umum tidak diperkenankan mengikuti pembelajaran di sekolah. 

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved