Breaking News:

PSIS Semarang

PSIS Juara Grup Piala Menpora, Yoyok Minta Pemain Tidak Berpuas Diri: Ini Hanya Turnamen Pramusim

PSIS Semarang tampil mengesankan pada babak grup turnamen Pramusim Piala Menpora 2021 dengan lolos sebagai juara Grup ke babak delapan besar

TribunJateng.com/Franciskus Ariel
Pemain PSIS Semarang berfoto bersama jelang laga versus Arema FC di laga terakhir Grup A Piala Menpora 2021 di stadion Manahan Solo, Selasa (30/3/2021 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang tampil mengesankan pada babak grup turnamen Pramusim Piala Menpora 2021 dengan lolos sebagai juara Grup ke babak delapan besar.

Berada di Grup A bersama Arema FC, Barito Putera dan Tira Persikabo, tim Mahesa Jenar tampil dengan dua kali kemenangan dan sekali kalah.

Mereka mengumpulkan tujuh poin hingga laga pamungkas melawan Arema FC yang berakhir dramatis 3-2.

Manajemen PSIS Semarang meminta pemain dan official timnya untuk tetap rendah hati usai berhasil memenangkan pertandingan melawan Arema FC di Stadion Manahan, Kota Solo, Selasa (30/3) malam kemarin.

Menurut CEO PSIS, Yoyok Sukawi, kemenangan dan kepastian menjadi pemuncak Grup A jangan dirayakan secara berlebihan karena ini hanya turnamen pra musim dan jalan menuju juara pun masih panjang.

“Alhamdulillah kita syukuri hasil positif di tiga pertandingan kemarin, tapi jangan dirayakan secara berlebihan, jalan masih panjang,” tandas Yoyok Sukawi, Rabu (31/3).

Di ajang Piala Menpora ini, PSIS cukup banyak memberi kepercayaan pemain muda.

Bahkan tampil mengesankan. Yang paling banyak jadi pembicaraan tentunya Pratama Arhan Alief yang dalam tiga laga PSIS perannya sangat berpengaruh.

Dia bahkan sudah mencetak dua gol sejauh ini.

Selain itu, pemain muda PSIS lain yang dipercaya tampil yakni Eka Febri, Wahyu Prasetyo, Riyan Ardiansyah, Farrel Arya, dan Alfeandra Dewangga Santosa.

Terkhusus pemain muda, Yoyok Sukawi meminta anak-anak muda di PSIS untuk tetap bekerja keras dan mau belajar di turnamen Piala Menpora 2021 kali ini.

“Dengan lolosnya PSIS berarti kami dapat tambahan kesempatan pertandingan untuk menjajal kemampuan anak-anak muda, mengasah mental, dan strategi,” ucap Yoyok Sukawi.

“Namun anak-anak muda jangan cepat puas. Jangan pernah merasa cukup ilmu, terus belajar. Istilah Bahasa Jawa-nya, ojo kemaki,” lanjutnya.

Yoyok Sukawi juga mengutarakan bahwa lolosnya PSIS ke babak selanjutnya juga berdampak positif kepada pendapatan pemain setelah setahun kompetisi vakum.

“Yang melegakan alhamdulillah anak-anak dapat tambahan pendapatan dari bonus dan match fee yang dibagi untuk pemain dan official bisa membuat dapur pemain dan official sedikit lebih ngebul setelah setahun vakum,” pungkasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved