Breaking News:

Berita Video

Video Persiapan Sekolah Tatap Muka di SMPN 1 Weleri

Pematangan konsep simulasi pembelajaran tatap muka di Kabupaten Kendal terus disempurnakan.

"Meski 2 pekan on dan satu pekan off. Namun, tetap ada evaluasi tiap pekannya. Arahan bupati harus ada evaluasi tiap hari," tuturnya.

Wahyu meminta kepada sekolah yang menjalankan simulasi harus memastikan tenaga pendidiknya paham betul skema pembelajaran yang sudah direncanakan. Agar bisa mencontohkannya kepada semua siswa. 

"Terutama guru dan orangtua siswa. Kami berharap kerjasamanya untuk memfasilitasi siswa. Guru mengawal selama di dalam sekolah, orangtua memastikan transportasi siswa, hingga bekal yang dibawa. Semua  harus jujur terkait kondisi kesehatan," jelasnya.

Pada simulasi nanti, Wahyu menyampaikan bahwa tidak semua materi pembelajaran bisa diberikan karena keterbatasan waktu. Beberapa mata pelajaran yang bisa diberikan meliputi Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan beberapa pelajaran esensial lainnya. "Kami sudah buat satgas mata pelajaran untuk menyusun tema mana saja yang perlu diberikan secara langsung. Jadi tidak semua diberikan saat tatap muka," ujarnya. 

Kepala SMPN 1 Weleri, Kustinah menambahkan, semua persiapan sudah diupayakan semaksimal mungkin. Termasuk ijin orangtua siswa, identifikasi transportasi yang dipakai siswa, hingga riwayat penyakit bawaan.

Katanya, skema KBM nantinya memanfaatkan 8 ruangan dari total 24 ruang kelas. Masing-masing ruangan maksimal diisi 16 siswa agar tetap menjaga jarak saat berada di dalam ruangan. 

"Kalau total siswa di sini ada 765. Nanti secara bergantian mengikuti pembelajaran tatap muka dari kelas IX, VIII, dan VII," terangnya. 

Seorang siswi, Siti Intan Maftukhah berharap, apa yang ia dan teman-temannya ikuti nantinya bisa menjadi contoh sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Dengan harapan, semua sekolah bisa segera mengikuti pembelajaran tatap muka setelah pandemi Covid-19 berakhir. 

"Kalau selama ini, pembelajaran daring kurang maksimal. Kadang kendala internet, kadang enggak paham pelajaran. Kalau langsung, bisa tanya ke guru. Apalagi pelajaran yang harus praktik, seperti IPA," kata Intan. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved