Breaking News:

Berita Semarang

Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Pelaku Bisnis Perhotelan Harapkan Ada Evaluasi Kebijakan 

PHRI Jateng terkejut ketika mendengar adanya kebijakan larangan mudik yang diberikan oleh Pemerintah.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Bambang Mintosih 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Tengah (PHRI Jateng) cukup terkejut ketika mendengar adanya kebijakan larangan mudik yang diberikan oleh pemerintah baru-baru ini.  

“Satu kata saat mendengar kebijakan ini adalah speechless, kami pun pastinya cukup kaget dengan adanya kebijakan ini. Kami pelaku bisnis perhotelan sampai bingung harus bagaimana. Di masa seperti sekarang ini, istilahnya kami itu sudah dalam kondisi dahaga tapi malah diberikan kebijakan seperti ini,” tutur Wakil Ketua PHRI Jateng, Bambang Mintosih kepada Tribun Jateng, Rabu, (31/3/2021).

Pria yang akrab disapa Benk ini menyayangkan adanya pemberian kebijakan ini, lantaran ia menilai selama ini para pelaku bisnis perhotelan telah mematuhi dan memberikan upaya yang terbaik dalam hal pelaksanaan protokol kesehatan di tengah masa pandemi covid-19.

“Kami ini sudah menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Kelestarian Lingkungan) (CHSE) di lingkungan perhotelan, para karyawan hotel juga sudah perlahan-lahan mengikuti vaksinasi. Dengan semua yang sudah kami lakukan, ini juga merupakan bentuk dukungan kami di tengah masa pandemi ini,” terangnya.

Disamping adanya CHSE dan vaksinasi di lingkungan karyawan hotel, beberapa persiapan menyambut mudik bagi para tamu hotel juga dikatakan Benk sudah dilakukan, seperti pembelian alat pelindung diri (APD) dan disinfektan.

Padahal pihaknya bersama para pelaku bisnis perhotelan yang lainnya, berharap momen mudik lebaran ini dapat memberikan geliat kembali untuk sektor perhotelan yang sempat mengalami kelesuan selama setahun terakhir ini.

“Sekarang ini di bulan Maret okupansi itu sudah mulai membaik di angka 25-30 persen, biasanya trennya di bulan April itu akan meningkat tapi karena puasa sepertinya tidak begitu mengalami kenaikan karena biasanya sangat minim pelaksanaan kegiatan di hotel selama bulan puasa. Nah kalau puasa sudah sepi, mudik lebaran ini ditiadakan, kondisi kita akan semakin lesu,” jelasnya.

Menurutnya, ketika nantinya ditiadakan mudik lebaran di tahun ini, kondisinya akan semakin berat karena disamping okupansi menurun, operasional hotel bisa meningkat lantaran untuk membersihkan kamar hotel yang tidak terpakai.

Benk berharap kedepannya pemerintah dapat meninjau ulang kebijakan yang satu ini. Dibandingkan dengan pemberian larangan mudik, menurutnya, pengetatan protokol kesehatan lebih cocok untuk diberlakukan.

“Lebih baik protokol kesehatannya itu yang diketatkan, lakukan sidak, kalau semisal ada yang melanggar langsung diberikan sanksi saja. Adapun ketika nantinya kebijakan ini kedepannya diberlakukan, pastinya kami akan mendukung. Hanya saja, tetap berikan dukungan kepada kami dengan adanya pemberian stimulus, mungkin bisa stimulus dari listrik, pajak, BPJS atau yang lainnya. Sehingga ini bisa win-win solution dan tentunya membantu kami,” imbuhnya.

Hal senada pun dituturkan oleh Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jateng, Sugeng Sugiantoro.

“Adanya larangan mudik yang diberikan ini, pastinya pemerintah memiliki alasan khusus yakni supaya penyebaran virus covid-19 tidak semakin tinggi. Namun, harusnya kebijakan ini didiskusikan lebih lanjut kepada para stakeholder di lingkungan masyarakat, jangan tiba-tiba mengeluarkan kebijakan seperti ini. Seharusnya juga ada evaluasi lebih lanjut terkait dengan kebijakan ini,” ungkap Sugeng.

Terkait dengan evaluasi kebijakan, hal ini penting untuk dilakukan mengingat sudah adanya penerapan CHSE di hotel dan juga vaksinasi.

Ia pun berharap kedepannya antara sektor kesehatan dan sektor ekonomi dapat berjalan beriringan, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (*)

--

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved