Breaking News:

AS-Jepang-Korsel Duduk Bareng Bicarakan Rudal Korut, Denuklirisasi Tetap Jadi Inti

Pertemuan itu membahas sejauh apa tinjauan yang telah dilakukan dan denuklirisasi akan tetap menjadi inti dari kebijakan AS terhadap Korut.

SCMP/Handout
ilustrasi Rudal 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Pejabat tinggi keamanan Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (2/4) bertemu untuk membicarakan langkah selanjutnya terkait dengan uji coba rudal Korea Utara (Korut).

Jake Sullivan sebagai penasihat keamanan nasional Joe Biden, akan bertemu dengan sesama rekannya dari Korea Selatan dan Jepang, Suh Hoon dan Shigeru Kitamura di Akademi Angkatan Laut AS, Annapolis, Maryland.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price berkata ke wartawan, Sullivan akan membahas sejauh apa tinjauan yang telah dilakukan. "Denuklirisasi akan tetap menjadi inti dari kebijakan Amerika terhadap Korea Utara."

"Kami juga tahu bahwa pendekatan apa pun ke Korea Utara, agar efektif, akan menjadi salah satu yang harus kami lakukan sejalan dengan sekutu dekat kami," ujar Price dikutip dari AFP.

Pemerintahan Biden sedang mencari cara untuk bergerak maju, setelah mantan presiden Donald Trump melakukan diplomasi pribadi dengan Kim Jong Un.

Biden mengkritik keras keputusan Trump itu, dengan menyebut pendahulunya tersebut melegitimasi satu pemimpin paling kejam di dunia. Namun, Biden juga berkata dia terbuka untuk diplomasi.

Kabinet Biden banyak diharapkan mendukung dimulainya kembali pembicaraan tingkat rendah, bukan KTT yang berisiko. Biden juga memperingatkan Korut tentang konsekuensi pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB, setelah Pyongyang baru-baru ini menguji rudal balistiknya.

Pembicaraan di Annapolis adalah pertemuan langsung yang jarang dilakukan Biden selama pandemi covid-19, dan pertemuan trilateral pertama Sullivan sejak menjabat.

Pada berbagai masalah seperti menghadapi kebangkitan China, Biden memprioritaskan untuk mengumpulkan sekutu, termasuk Jepang dan Korsel.

Hubungan Tokyo dan Seoul sebenarnya tidak akur, tetapi mereka memiliki perjanjian masing-masing dengan Washington.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin bulan lalu sama-sama melawat ke Tokyo dan Seoul dalam dinas luar negeri pertama mereka.

Sebelumnya, sejumlah negara, khususnya AS mengecam uji coba rudal yang dilakukan Korut sebanyak dua kali dalam kurun waktu sepekan, di wilayah perairan Jepang.

Presiden AS, Joe Biden, mengancam akan membalas Korut dengan sejumlah respon jika negara pimpinan Kim Jong Un itu terus melakukan uji coba rudal. Hal itu juga disebut melanggar resolusi PBB.

Menanggapi hal itu, Ri Pyong Chol, seorang pejabat terkemuka Korut, yang mengawasi uji coba rudal, menyebut, komentar Biden telah mengungkapkan permusuhan yang mendalam terhadap rezim Kim Jong-un.

"Bila AS melanjutkan pernyataannya yang sembrono tanpa memikirkan konsekuensinya, AS mungkin akan menghadapi sesuatu yang tidak baik," katanya, dan menyebut Korut siap untuk terus meningkatkan kekuatan militer kami yang paling teliti dan luar biasa. (Kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved