Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangkapan Terduga Teroris

BREAKING NEWS: Warga Purwokerto Heboh Densus 88 Datangi Rumah Terduga Teroris di Sumampir

Petugas Densus 88 Antiteror mendatangi rumah terduga teroris di Jalan Kenanga, RT 9 RW 2, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Banyumas

Tayang:

Penulis: Permata Putra Sejati 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Petugas Densus 88 Antiteror mendatangi rumah terduga teroris di Jalan Kenanga, RT 9 RW 2, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Banyumas, Jumat (2/4/2021) sekira pukul 17.00 WIB. 

Warga dan tetangga di sekitar rumah terduga teroris itu pun heboh dan berkerumun. 

Seorang tetangga, Anteng (37), mengatakanrumah tersebut dihuni oleh sepasang suami istri dan lima anak laki-laki. 

"Suami istri dan kelima anak itu ngontrak kurang lebih sudah dua tahun. 

Memang jarang ngobrol, jarang bersosialisasi, dan tertutup," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Anteng mengatakansuami istri itu berjualan produk-produk herbal secara online. 

Pada waktu Densus 88 datang, dia bersama warga lain tidak melihat secara langsung aktivitas petugas di dalam rumah. 

Mengenai aktivitas sehari-hari, para tetangga tidak mengenal secara dekat dengan keluarga tersebut. 

Tetangga lain, Nasem (71), juga tidak tahu persis aktivitas keluarga tersebut.

Dia hanya tahu mereka menjual obat-obatan herbal. 

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Firman Lukmanul Hakim, mengatakan tidak mengetahui secara detail kasus yang ditangani Densus 88. 

"Saya ditelepon oleh Densus 88 hanya untuk memback-up olah TKP. Saya juga tidak tahu kasusnya apa dan apa aktivitas yang dilakukan penghuni rumah," ujarnya. 

Kapolresta mengatakan olah TKP ditangani langsung oleh Densus 88.

Apa aktivitas yang dilakukan satuan khusus tersebut?

"Intinya kami cuma dimintai tolong back up olah TKP, kasus apa dan aktivitas apa saya tidak tahu. Sudah diserahkan semua kepada densus," tuturnya.

Ditangkap di Jogja

Berdasarkan keterangan Ketua RT 9, aktivitas yang dilakukan oleh Densus 88 hanya melakukan penggeledahan. 

"Jadi tadi hanya penggeledehan rumah dan tidak ada penangkapan. \

Penghuni yang berada di dalam rumah itu adalah istri dan anaknya, suaminya sudah ditangkap di Jogja," ujar Ketua RT 9 RW 2, Kharisun kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (2/4/2021). 

Kharisun mengatakan penggeledahan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. 

"Intinya tidak ada penangkapan, hanya penggeledahan.

Istri dan anaknya tidak ditangkap karena tidak terlibat," katanya. 

Mengenai identitas pasti terduga teroris itu Ketua RT juga tidak dapat memberikan keterangan pasti. 

"Kalau suami yang ditangkap di Jogja itu inisialnya E. 

Sedangkan istrinya berinisial K," tambahnya. 

Kharisun mengaku tidak mengenal secara langsung dari terduga teroris tersebut karena yang bersangkutan sering di luar kota. 

"Kalau suami tidak paham secara persis karena jarang pulang dan di luar kota.

Saya sendiri tidak pernah ketemu. 

Sedangkan istri suka ikut kumpulan RT dan arisan," terangnya. 

Keluarga tersebut diketahui berjualan buah dan obat-obatan herbal. 

"Di sini mereka ngontrak belum ada dua tahun," katanya. 

Kharisun menambahkan ketika melakukan penggeledahan, Densus 88 tidak melibatkan dirinya saat di lokasi. 

Dia justru yang berinisiatif bertanya kepada polisi terkait kegiatan tersebut. 

"Jalan aksesnya ditutup semua. 

Saya tak ikut masuk dan apa saja yang dibawa juga tidak tahu. 

Yang saya tahu ada tiga mobil Densus dan dari Polres. Terus ada yang bersenjata," tuturnya. (*) 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved