Pohon Baobab Raksasa
Cerita Sopir Truk Pengangkut Pohon Baobab Raksasa Crazy Rich Semarang, Ada Pantangan dan Kendala
Pohon Baobab Raksasa tiba di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Reza Gustav)
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
Hal lain yang mereka alami, yakni pantangan atau hal-hal yang mereka yakini untuk tidak dilakukan yang berkaitan dengan sesuatu yang tak kasat mata.
"Ya bagaimana, ya. Namanya juga pohon besar, terkadang kami juga tidak bisa sembarang membawanya.
Beberapa kali mesin tidak bisa dinyalakan, itu artinya kami harus beristirahat dahulu atau tidak terburu-buru melanjutkan perjalanan.
Bahkan saat proses menaikkan pohon ke truk ini tidak mudah, istilahnya memohon izin kepada penghuni pohon.
Lalu ada beberapa mandat dari ahlinya untuk tidak melakukan beberapa hal, misalnya berfoto atau selfie di bagian tertentu," ungkapnya.
Normalnya, Subang-Semarang bisa ditempuh kurang dari tujuh jam melewati tol Trans Jawa.
Andai melalui jalur pantura seperti yang dilakukan truk ini sekitar delapan hingga 10 jam, bisa kurang jika dipacu dalam kecepatan tinggi.
"Tadi kami beristirahat dulu di rumah makan Jalan Lingkar Kaliwungu. Terus berangkat ke Semarang sekitar jam 10 malam," terang Dadang kepada Tribunjateng.com.
Dia leluasa melintasi Jalur Pantura seusai Mangkang pada tengah malam karena jumlah kendaraan yang melintas sedikit.
Di belakang truk mengekor sebuah pikap putih yang membawa beberapa personel pendamping.
Dadang kemudian melajukan truk pelan-pelan saat melintas di bawah Flyover Kalibanteng.
Maklum, dalam posisi ambruk di trailer tinggi pohon baobab ini 4,25 meter.
Diameter pangkal pohon mencapai 5,2 meter sedangkan panjangnya sekitar 13 meter.
Setelah melintasi Flyover Kalibanteng ke arah Pamularsih, tiga personel dari pikap turun.
Mereka berlari naik ke trailer kemudian bertengger di batang pohon.