Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangkapan Terduga Teroris

Terduga Teroris Asal Purwokerto Ditangkap di Jogja, Rumahnya Digeledah Densus 88

Densus 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris berinisial E di RT 9 RW 2, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Banyumas

Tayang:
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Petugas Densus 88 dan Polresta Banyumas mendatangi rumah terduga teroris di Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Jumat (2/4/2021) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Densus 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris berinisial E di RT 9 RW 2, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Banyumas, Jumat (2/4/2021) sore.

Adapun yang bersangkutan ditangkap di Yogyakarta.

Rumah tersebut selama ini merupakan toko buah dan obat-obatan herbal.

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Purwokerto Heboh Densus 88 Datangi Rumah Terduga Teroris di Sumampir

Ketua RT 9 Kharisun memastikan aktivitas yang dilakukan oleh Densus 88 hanya melakukan penggeledahan. 

"Jadi tadi hanya penggeledehan rumah dan tidak ada penangkapan. 

Penghuni yang berada di dalam rumah itu adalah istri dan anaknya, suaminya sudah ditangkap di Jogja," ujar Ketua RT 9 RW 2, Kharisun kepada Tribunbanyumas.com. 

Kharisun mengatakan penggeledahan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. 

"Intinya tidak ada penangkapan, hanya penggeledahan.

Istri dan anaknya tidak ditangkap karena tidak terlibat," katanya. 

Mengenai identitas pasti terduga teroris itu Ketua RT juga tidak dapat memberikan keterangan pasti. 

"Kalau suami yang ditangkap di Jogja itu inisialnya E. 

Sedangkan istrinya berinisial K," tambahnya. 

Kharisun mengaku tidak mengenal secara langsung dari terduga teroris tersebut karena yang bersangkutan sering di luar kota. 

"Kalau suami tidak paham secara persis karena jarang pulang dan di luar kota.

Saya sendiri tidak pernah ketemu. 

Sedangkan istri suka ikut kumpulan RT dan arisan," terangnya. 

Keluarga tersebut diketahui berjualan buah dan obat-obatan herbal. 

"Di sini mereka ngontrak belum ada dua tahun," katanya. 

Kharisun menambahkan ketika melakukan penggeledahan, Densus 88 tidak melibatkan dirinya saat di lokasi. 

Dia justru yang berinisiatif bertanya kepada polisi terkait kegiatan tersebut. 

"Jalan aksesnya ditutup semua. 

Saya tak ikut masuk dan apa saja yang dibawa juga tidak tahu. 

Yang saya tahu ada tiga mobil Densus dan dari Polres. Terus ada yang bersenjata," tuturnya. (*) 

Baca juga: Ganjar Sebut Milenial Terpapar Terorisme Jamaah Youtubiyah, Facebookiyah, Twitteriyah, Instagramiyah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved