Penangkapan Terduga Teroris

Cerita Awal Junaidi Terjerumus Dalam Lingkaran Terorisme, Ikut Kajian di Condet hingga Rakit Bom

Ahmad Junaidi menjadi salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta dan Bekasi.

Editor: m nur huda
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Sejumlah atribut FPI yang disita dalam penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur saat ditampilkan di Polda Metro Jaya, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ahmad Junaidi menjadi salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta dan Bekasi.

Ahmad Junaidi diketahui terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP).

Pengakuan itu diungkapkan Ahmad Junaedi dalam video yang tersebar di kalangan awak media.

Baca juga: Kecelakaan Maut Truk Tabrak Madrasah, 2 Santri Meninggal, 8 Anak-anak Terluka

Baca juga: Raffi Ahmad Foto Bareng Jokowi & Iriana, Prabowo Tak Kelihatan, Netizen: Mungkin Dicrop Kali

Baca juga: Istri Terduga Teroris Sukabumi Terlilit Utang Bank, Jokowi Kirim Bantuan Uang Lewat Staf Khusus

Baca juga: Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sampangan Semarang, Warga Sekitar Pilih Bungkam

Dalam video itu, Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu saat mengikuti jamaah pengajian Yasin Walatif.

"Saya tergabung dalam jamaah pengajian Yasin Walatif di bawah pimpinan Habib HH Condet dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota. Jamaah pengajian," kata Ahmad.

Usai kajian keagamaan, kata Ahmad, pembahasan pun berganti mengenai isu keadaan negara.

Yang paling disoroti, protes terhadap negara yang mulai dikuasai oleh Tiongkok.

"Setelah kajian kami banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai oleh Tiongkok, masalah tenaga kerja, kekayaan alam serta kekuatan industri telah dikuasai oleh Tiongkok," ujar dia.

Ia menyatakan pihaknya kemudian diajak melakukan pelacakan terhadap industri Tiongkok yang berada di Indonesia.

Tujuannya, tempat itu menjadi salah satu target untuk aktivitas terornya.

"Akhirnya teman saya yang bernama Bambang dan Agus memberikan semangat untuk mengajak melakukan pelacakan di industri-industri Tiongkok yang berada di Indonesia," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga mengaku tergabung sebagai simpatisan FPI.

Dia baru bergabung sejak Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia.

"Saya Ahmad Junaidi, salah satu anggota simpatisan FPI sejak Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia," ujar dia.

Ditemukan Atribut FPI hingga Buku Karya Habib Rizieq

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved