Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penangkapan Terduga Teroris

Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sampangan Semarang, Warga Sekitar Pilih Bungkam

Bahkan tidak ada satu warga di sekitar lokasi penangkapan yang mau diwawancari terkait hal tersebut. Ketua RT selaku pemangku wilayah juga enggan ber

Tayang:
Tribun Jateng/Rahdyan Pamungkas
Lokasi penggerebekan terduga teroris di Jalan Lamongan Sampangan, Kota Semarang, Sabtu (3/4/2021). Informasi terkait penangkapan sangat minim. 

Cahyono lantas memberikan kesempatan ATP  untuk bekerja di proyek revitalisasi tersebut.

"Saya sudah kerja di sini dua minggu, disini bekerja dengan empat orang teman termasuk ATP," ujar dia.

Menurutnya, dalam proyek itu ATP itu mendapatkan tugas untuk mengerjakan insulation atau pembungkus pipa panas. 

"Saya baru komunikasi mulai lima hari kemarin, karena kerjanya bareng," jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Kudus, AKP Bambang Sutaryo menyampaikan, tidak bisa memberikan informasi mengenai penangkapan terduga teroris itu.

"Maaf belum ada info," ujar dia.

Geledah Rumah Terduga Teroris di Banyumas

Densus 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris berinisial E di RT 9 RW 2, Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara, Banyumas, Jumat (2/4/2021) sore.

Adapun yang bersangkutan ditangkap di Yogyakarta.

Rumah tersebut selama ini merupakan toko buah dan obat-obatan herbal.

Ketua RT 9 Kharisun memastikan aktivitas yang dilakukan oleh Densus 88 hanya melakukan penggeledahan. 

"Jadi tadi hanya penggeledehan rumah dan tidak ada penangkapan. 

Penghuni yang berada di dalam rumah itu adalah istri dan anaknya, suaminya sudah ditangkap di Jogja," ujar Ketua RT 9 RW 2, Kharisun kepada Tribunbanyumas.com. 

Kharisun mengatakan penggeledahan dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. 

"Intinya tidak ada penangkapan, hanya penggeledahan.

Istri dan anaknya tidak ditangkap karena tidak terlibat," katanya. 

Mengenai identitas pasti terduga teroris itu Ketua RT juga tidak dapat memberikan keterangan pasti. 

"Kalau suami yang ditangkap di Jogja itu inisialnya E. 

Sedangkan istrinya berinisial K," tambahnya. 

Kharisun mengaku tidak mengenal secara langsung dari terduga teroris tersebut karena yang bersangkutan sering di luar kota. 

"Kalau suami tidak paham secara persis karena jarang pulang dan di luar kota.

Saya sendiri tidak pernah ketemu. 

Sedangkan istri suka ikut kumpulan RT dan arisan," terangnya. 

Keluarga tersebut diketahui berjualan buah dan obat-obatan herbal. 

"Di sini mereka ngontrak belum ada dua tahun," katanya. 

Kharisun menambahkan ketika melakukan penggeledahan, Densus 88 tidak melibatkan dirinya saat di lokasi. 

Dia justru yang berinisiatif bertanya kepada polisi terkait kegiatan tersebut. 

"Jalan aksesnya ditutup semua. 

Saya tak ikut masuk dan apa saja yang dibawa juga tidak tahu. 

Yang saya tahu ada tiga mobil Densus dan dari Polres. Terus ada yang bersenjata," tuturnya. (Tribun Jateng, Raka F Pujangga/Permata Putra/ Rahardyan/Tribun Solo)

Berita terkait terduga teroris

Berita terkait Sampangan

Berita terkait densus 88

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul BREAKING NEWS: 3 Warga Klaten Ditangkap Densus 88 di Tempat Terpisah

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved