Breaking News:

1.800 Napi di Nigeria Kabur Akibat Serangan Kelompok Bersenjata di Penjara

Sekelompok orang tersebut meledakkan penjara Owerri di negara bagian Imo, dan terlibat adu tembak dengan penjaga yang membuat para napi mampu kabur.

Editor: Vito
istimewa
Sejumlah orang mengamati kondisi penjara Owerri di negara bagian Imo, Nigeria, usai diserang kelompok bersenjata, Senin (5/4). Serangan itu mengakibatkan 1.800 napi kabur. (AFP Photo/David Dosunmu via cnn indonesia) 

TRIBUNJATENG.COM, OWERRI - Lebih dari 1.800 narapidana kabur setelah sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah penjara di selatan Nigeria menggunakan peledak, Senin (5/4).

Kejadian itu menjadi satu upaya pembobolan penjara terbesar di negara tersebut.

Sekelompok orang tersebut meledakkan penjara Owerri di negara bagian Imo, dan terlibat adu tembak dengan penjaga yang membuat para napi mampu kabur.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa komando Layanan Pemasyarakatan Nigeria negara bagian Imo telah diserang oleh kelompok bersenjata tak dikenal di Owerri," kata juru bicara lembaga tersebut, James Madugba, kepada AFP.

Ia menyebut, jumlah pasti napi yang kabur belum dapat dipastikan. Meski begitu ia meyakini, "situasi di bawah kendali."

Lembaga itu menyebut para penyerang tiba dengan truk pikap dan bus sebelum menyerbu lapas. Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari menyebut serangan itu sebagai aksi terorisme yang dilakukan oleh anarkis, dan mendesak pasukan keamanan menangkap para penyerang serta napi yang kabur.

Penjara di negara paling padat di Afrika tersebut kerap kali kelebihan kapasitas, dan sebanyak 70 persen dari narapidana sedang dalam masa hukuman penahanan dan menunggu persidangan selama bertahun-tahun.

Gubernur negara bagian tetangga Abia memberlakukan jam malam di dua kota wilayah tersebut demi melindungi penduduk lokal, meski tak merujuk langsung pada kejadian itu.

Juru bicara Gerakan separatis The Indigenous People of Biafra (IPOB), Emmanuel Powerful menolak dugaan keterlibatan kelompoknya dalam bentuk apapun dengan serangan di penjara Imo.

Dalam surat pernyataan kepada AFP, ia menolak tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan. (cnn)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved