Breaking News:

Akta Kelahiran dan Kematian Gratis, Dapat Dibuat di Kantor Pemerintah Desa Kabupaten Tegal

Pemkab Tegal menggratiskan pembuatan akta kelahiran dan kematian, dapat dibuat di kantor pemerintah desa.

Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal Supriyadi. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Wujudkan pelayanan prima di bidang administrasi kependudukan (adminduk), Pemkab Tegal melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tegal, kembangkan Sistem Informasi Registrasi Penduduk (SIReP) yang memungkinkan pemerintah desa melayani pengurusan akta kelahiran dan akta kematian berikut perubahan kartu keluarganya secara gratis. 

Informasi ini disampaikan Kepala Disdukcapil Kabupaten Tegal Supriyadi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (6/4/2021). 

Supriyadi menjelaskan, pengurusan dan pencetakan dokumen adminduk tersebut pada prinsipnya sudah bisa dilayani seluruh kantor pemerintah desa di Kabupaten Tegal, kecuali desa-desa di wilayah Kecamatan Jatinegara yang terkendala oleh jaringan internet.

“Layanan SIReP menggunakan aplikasi berbasis laman yang hanya bisa diakses petugas operator desa. Seluruh operator atau petugas penanggungjawab di tingkat desa ini sudah ditetapkan dan sudah dilatih tentang prosedur atau tata cara pengisian formulir digital menggunakan SIReP,” ungkap Supriyadi.

Dirinya berharap, pemerintah desa bisa secepatnya mengoperasikan SIReP tersebut sebagai layanan unggulan desa untuk melayani warganya. 

Pemerintah desa hanya cukup menyediakan perangkat komputer yang terkoneksi ke jaringan internet, alat scanner untuk mendigitalisasi dokumen fisik yang dipersyaratkan dan printer, serta kertas ukuran A4 80 gram untuk mencetak dokumen adminduk.

“Paralatan kantor tersebut saya rasa sudah ada dan menjadi standar kelengkapan kantor pemerintah desa saat ini. Artinya, pemerintah desa bisa memanfaatkan sarana yang ada dulu sebelum nantinya dianggarkan khusus di APBDes 2022, termasuk honor petugas operator,” terangnya. 

Adanya sistem tersebut, lanjut Supriyadi, selain mendekatkan pelayanan pemerintah desa kepada warganya juga mencegah praktik seperti percaloan pengurusan dokumen adminduk karena ada biaya yang dibebankan ke pemohon untuk mengantar dokumen fisik, dan mengambil hasil cetak dokumen adminduknya ke Rumah Paten kecamatan atau bahkan Disdukcapil Kabupaten Tegal.

Kini, lewat SIReP warga cukup mengurusnya di kantor desa dengan membawa kelengkapan dokumen fisik yang dipersyaratkan dan menyerahkannya ke petugas operator desa. 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved