Breaking News:

Berita Semarang

Enam Embung Resapan akan Dibangun di Muktiharjo Kidul Semarang untuk Atasi Banjir

Pemkot Semarang terus berupaya perbaiki sistem penanganan banjir agar dampaknya bisa ditekan tiap tahun.

Istimewa
DPU Kota Semarang membuat embung resapan di wilayah Muktiharjo Kidul. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus berupaya memperbaiki sistem penanganan banjir agar dampaknya bisa ditekan setiap tahun. Satu diantaranya memasifkan pembuatan embung resapan.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semaran

DPU Kota Semarang membuat embung resapan di wilayah Muktiharjo Kidul.
DPU Kota Semarang membuat embung resapan di wilayah Muktiharjo Kidul. (Istimewa)

g kini tengah fokus membangun embung resapan di Kelurahan Muktiharjo Kidul. Rencananya, akan ada enam embung resapan di kelurahan tersebut.

Kasi Pengendalian dan Pemanfaatan Konservasi SDA DPU Kota Semarang, Dani Dwi Tjahjono mengatakan, Muktiharjo Kidul menjadi wilayah yang cukup parah terdampak banjir pada Februari lalu. Dimana, saat banjir daerah lain sudah surut, Muktiharjo Kidul masih terendam sekitar 50 sentimeter.

Hal itu menjadi alasan DPU Kota Semarang fokus membangun embung resapan di wilayah tersebut.

Dani menyebutkan, peta pembangunan embung di Muktiharjo Kidul ada delapan embung. Saat ini, dua embung sudah dibangun lengkap dengan pagar di sekelilingnya serta pompa pengurasan. Dua embung ini menjadi embung utama. Sedangkan, enam embung lainnya akan dibangun berupa embung resapan.

"Embung respaan itu seperti kolam retensi yang hanya dikekruk, dibuat tanggul di sekelilingnya untuk menampung air," terang Dani, Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan, pembangunan embung yang sempurna membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Padahal, anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas karena difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Pihaknya pun akhirnya merencanakan pembuatan embung resapan. Menurutnya, anggaran pembuatan embung resapan bisa ditekan seminimal mungkin lantaran hanya membutuhkan alat berat, BBM, serta dump truck untuk mengangkut lumpur.

"Jadi, pembuatan embung resapan tidak dianggarkan secara khusus, masuk anggaran swakelola," katanya. 
Lebih lanjut, Dani menuturkan, embung resapan dibuat di tanah milik negara dengan ukuran beragam. Fungsi embung untuk menampung air kemudian diresapkan ke dalam tanah. Setiap saluran di lingkungan warga terhubung ke embung resapan. Diharapkan, jika terjadi hujan lebat air dapat ditampung di embung sehingga tidak menggenang di jalan maupun lingkungan. Embung resapan juga akan terkoneksi dengan embung utama.

"Ukuran embungnya macam-macam, ada yang 50x50 meter, 80 meter, 30 meter. Kami berharap wilayah Muktiharjo Kidul bisa terbebas dari banjir," ucapnya.

Disebutkan Dani, pengerjaan embung resapan telah dimulai sejak tiga pekan lalu. Dia menargetkan, pembuatan enam embung resapan di Muktiharjo Kidul akan rampung pada Desember 2021.

Pembuatan embung tidak hanya dilakukan di Muktijarjo Kidul. DPU juga telah membuat embung resapan di wilayah Penerbad dan di belakang Hotel Horison. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved