Breaking News:

Berita Sragen

Percepat Pelayanan di Utara Bengawan Solo, PDAM Tirto Negoro Sragen Utang Pihak Bank

Perumda PDAM Tirto Negoro Sragen selesaikan jaringan air bersih di Kecamatan Jenar dan Tangen 2021 ini.

Percepat Pelayanan di Utara Bengawan Solo, PDAM Tirto Negoro Sragen Utang Pihak Bank
Ilustrasi. Saluran Air

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Negoro Sragen menyelesaikan jaringan air bersih di Kecamatan Jenar dan Tangen 2021 ini.

Pengerjaan sumur hingga pemasangan pipa dikatakan Direktur Utama PDAM Tirto Negoro Sragen, Supardi sudah dilakukan sejak 2018 silam dan bisa dinikmati tahun ini.

Rencananya sebanyak 2.000 sambungan akan tersalurkan atau akan terpasang ke rumah-rumah pelanggan PDAM di Utara Bengawan Solo tersebut.

Sumur PDAM sendiri berada di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan. Supardi mengatakan pengerjaan sumur hingga pemasangan ini disokong dari tiga sumber.

Yakni dari perusahaan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sragen serta bantuan dari perusahaan air minum dari Oasen Belanda yakni Non Government Organization (NGO) Water Works.

"Kita dapat bantuan pipa diameter 2 dim dan 4 dim dengan panjang pipa 10 kilometer. November akhir pipa tersier 10 km akan selesai," kata Supardi.

Ia melanjutkan di Kecamatan Jenar sudah terpasang hingga jangkauan rumah sebanyak 230 sambungan, meliputi Desa Jenar, Dawung, Japoh dan Mlale.

Desa Kandangsapi awalnya juga akan tersambung, namun karena ada satu dua hal, Supardi mengatakan Kandangsapi belum bisa terlayani.

Sementara itu untuk pipa transmisi di wilayah Kecamatan Tangen baru akan dipasang tahun ini setelah mendapatkan bantuan pipa 1.500 meter yang baru akan datang setelah lebaran.

Demi mempercepat pekerjaan di Kecamatan Jenar dan Tangen, Supardi mengaku pihaknya melakukan pinjaman di Bank Jateng sebesar Rp 6,8 miliar.

"Agar pelayanan di Jenar dan Tangen cepat kami mengajukan pinjaman ke Bank Jateng sebesar Rp 6,8 miliar. Sudah disetujui, saat ini proses komplitan berkas dengan bunga 8% persen."

"Jangka waktu tiga tahun angsuran. Awalnya 10 persen tapu setelah di nego bupati bisa turun, kemampuan keuangan perusahaan dirasa bisa mengansur," terang Supardi.

Ia berharap apa yang sudah dilakukan pihaknya bisa sedikit mengatasi kekeringan yang kerap dirasakan warga di Utara Bengawan, khususnya daerah Jenar dan Tangen. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved