Taufik Gagas Aplikasi Bernama Buka Cawet di Pemalang

Desa Cawet Kecamatan Watukumpul, Pemalang, punya program dengan nama unik.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Petunjuk jalan menuju Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul Pemalang, dari arah Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. 

Penulis : Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Desa Cawet Kecamatan Watukumpul, Pemalang, punya program dengan nama unik.

Pemerintah desa memberi nama program berbasis online itu dengan nama aplilasi Buka Cawet. 

Jika diartikan, aplikasi gagasan dari Pemerintah Desa Cawe yaitu buka celana dalam. 

Meski belum diluncurkan, namun aplikasi berbasis online itu, nantinya ditujukan untuk mengakomodir layanan kependudukan.

Kepala Desa Cawet, Taufik Saleh, menuturkan, aplikasi tersebut akan diluncurkan setelah hari raya Idul Fitri. 

"Aplikasi Buka Cawet masih dalam tahap validasi data. Nantinya aplikasi tersebut bisa diakses warga untuk layanan kependudukan," jelasnya, Rabu (6/4/2021).

Dilanjutkannya, Aplikasi Buka Cawet akan menampung beberapa aplikasi yang dibuat oleh Pemda. 

"Banyak aplikasi yang dibuat Pemda, misalnya Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang (Sidekem) dan lainnya. Untuk mengakses berbagai aplikasi itu harus membuka satu persatu. Nah nantinya Buka Cawet akan mengakomodir dan memudahkan masyarakat saat ingin menikmati layanan digital dari Pemda, tak harus membuka satu-satu cukup buka aplikasi ini," ujarnya.

Taufik menuturkan, Aplikasi Buka Cawet akan tersingkron dengan berbagai layanan digital Pemda Pemalang

"Misalnya ada yang ingin merubah data, karena nama di KTP salah, pengajuannya bisa dilakukan lewat Buka Cawet, terkecuali saat pertama perekaman data kependudukan. 

"Era sekarang adalah era digital, layanan juga harus mengikuti. Misalnya ingin mengubah data karena ada kesalahan, tak harus mendatangi kantor desa, serta kecamatan, dan Disdukcapil, tinggal mengakses Aplikasi Buka Cawet," jelasnya.

Menurutnya, gagasan awal Aplikasi Buka Cawet untuk memangkas waktu pelayanan, dan memajukan digitalisasi desa. 

"Kalau branding desa digital, namun pelayanan masih konvensional, berarti masyarakat belum bisa menikmati digitalisasi. Jadi digitalisasi memnag harus diterapkan untuk memudahkan masyarakat," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved