Dwiyanti Sebut Ada Penerima BLT Ganda di Pemalang

Pengajuan Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM di Pemalang melebihi jumlah pelaku UMKM yang ada.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
SMS bantuan BPUM, yang diterima oleh pelaku UMKM beberapa waktu lalu.  

Penulis : Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Pengajuan Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM di Pemalang melebihi jumlah pelaku UMKM yang ada. 

Data dari Diskoperindag Kabupaten Pemalang, pengajuan BLT UMKM tahun lalu mencapai 130 ribu usulan. 

Sementara total pelaku UMKM di Kabupaten Pemalang yang terdata di angka 74 ribu lebih. 

Selisih antara pengajuan BLT UMKM dan data pelaku UMKM pun hampir mencapai dua kali lipat.

Adapun aturan dari Pemerintah Pusat, satu usaha hanya bisa didaftarkan satu orang untuk mendapatkan BLT UMKM. 

Selain itu, bantuan tersebut hanya dapat diberikan untuk satu nama dengan data NIK yang sama. Atau dalam satu KK hanya berhak mendapatkan 1 kali BLT UMKM. 

Kondisi tersebut tak hanya menjadi pertanyaan warga, namun juga dinas terkait yang melakukan pendataan.

Menyoal aturan dari Pemerintah Pusat mengenai pengajuan BLT UMKM, beberapa pelaku UMKM mengemukakan fakta baru. 

Di mana beberapa pelaku usaha di Pemalang mendapatkan BLT UMKM lebih dari satu kali. 

"Memang banyak yang mencoba mendapatkan bantuan itu, bahkan ada yang dapat dua kali. Entah caranya bagaimana, sepertinya melakukan pendaftaran beberapa kali," kata Dwiyanti satu di antara warga Pemalang yang pernah mendapat BLT UMKM, Jumat (9/4/2021).

Dilanjutkannya, terkadang beberapa orang menawarkan jasa untuk mendaftarakan pelaku UMKM agar mendapatkan BLT UMKM. 

"Kalau saya didaftarkan anak saya, tapi ada yang lewat jasa pendaftaran, kalau cair orang tersebut diberi Rp 200 ribu," jelasnya. 

Terpisah, Dwi Hastuti Asta Wulan, Kasi Permodalan dan Kemitraan Diskoperindag Kabupaten Pemalang, membenarkan adanya selisih data antara pengajuan dan pelaku UMKM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved