Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Hebh Fenomena Hujan Es di Banjarharjo Brebes, Ini Penjelasan Resmi BMKG

Masyarakat di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, digegerkan dengan fenomena hujan es seukuran kelereng, pada Kamis (8/4/2021) kemarin

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Hujan es. Ilustrasi: Hujan es di Desa Sumbarang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Masyarakat di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, digegerkan dengan fenomena hujan es seukuran kelereng, pada Kamis (8/4/2021) kemarin. 

Hujan es diperkirakan terjadi pukul 15.30 WIB. 

Kejadian tersebut berlangsung sekira 30 menit. 

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tegal, Sayful Amri mengatakan, fenomena hujan es atau hail memang biasa terjadi di masa peralihan musim atau pancaroba. 

Ia menjelaskan, fenomena tersebut bermula dari aktifnya monsun Australia yang memicu terbentuknya monsoon trough di perairan selatan Jawa. 

Kemudian adanya konveksi dari Madden Jullian Oscillation (MJO) dan gelombang Equatorial Rossby (ER) semakin mendukung terbentuknya Siklon Tropis Seroja dan bibit siklon di perairan selatan Jawa. 

"Kondisi tersebut kemudian meningkatkan potensi terbentuknya awan-awan konvektif di beberapa wilayah Jawa, termasuk di Banjarharjo, Kabupaten Brebes," katanya kepada tribunjateng.com

Kemudian, jelas Sayful, kondisi panas matahari yang kuat pada pagi hari di Banjarharjo, memicu terjadinya penguapan yang besar. 

Hal itu memicu atmosfer yang labil dan membentuk awan kovektif yang menjulang tinggi. 

Sehingga sebagian besar awan tersebut merupakan es. 

"Pada kondisi tertentu es tersebut tidak sepenuhnya meluruh. Sehingga pada saat mencapai permukaan tanah masih berupa es," jelasnya. 

Sayful mengatakan, fenomena hujan es masih dapat terjadi selama masih di musim pancaroba. 

Tidak hanya di Brebes, fenomena tersebut juga bisa terjadi di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. 

Ia mengimbau masyarakat tidak panik dengan adanya fenomena hujan es.

Justru masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. 

"Masyarakat harus waspada jika mengalami kejadian tersebut. Seperti menghindari berteduh di bawah pohon," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved