Breaking News:

Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Sambut Kedatangan Bulan Suci Ramadhan

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Sambut Kedatangan Bulan Suci Ramadhan yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Semarang.

MOSLEMWORLD
Khutbah jumat singkat sambut kedatangan bulan suci ramadhan 

Baik amalan yang dilakukan sesuai dengan syari’at Islam atau amalan secara tradisional sesuai dengan kearifan lokal dan tidak bertentangan syariah.

Dengan demikian umat Islam berharap bahwa bulan yang dinantikan itu benar-benar membawa perubahan bagi kehidupan mereka.

Harapan positivisme semacam itu menyebabkan umat Islam sangat berhati-hati dalam mempersiapkan dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya sebelum masuk bulan suci Ramadhan.

Permasalahan yang hendak diselesaikan itu terkait dengan dirinya.

Seperti amalan apakah yang mereka lalukan demi mendapatkan kerahmatan yang diinginkannya.

Selain itu ada hal lain yang mereka gelisahkan, manakala terdapat amalan puasa bulan Ramadhan tahun sebelumnya belum diselesaikan.

Seperti contoh seseorang tidak berpuasa bertahun-tahun, sedangkan ia tidak sakit, tidak lupa, dan tidak pula inkar terhadap kewajiban menjalankan puasa.

Bahkan dia mengakui kewajiban puasa bagi seorang yang baligh, sehat dan berakal.

Seseorang tadi tidak puasa karena lemah jiwanya dan syahwatnya terlalu berlebihan.

Kemudian tahun ini dia puasa, lalu bagaimana dengan puasa yang bertahun-tahun ditinggalkannya?

Apakah dia harus berpuasa 300 hari karena yang ditinggalkan adalah 10 tahun atau harus dengan kafarat untuk menebusnya?

Jawabannya ialah, selama orang tadi masih mengakui puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim baligh, berakal, tidak mempunyai uzur, berkeyakinan puasa rukun Islam keempat, masih mau melaksanakan salat, maka kita sebagai muslim tidak boleh mengatakan ia telah kafir dan sekarang kembali masuk Islam.

Hal itu berdasarkan firman Allah SWT Surat Al Anfal ayat 38 dan 39.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الْأَوَّلِينَ

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu; jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu."

"Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."

Hal lain yang sangat penting diperhatikan sebelum memasuki bulan Ramadhan adalah mengqadha kewajiban puasa yang ditinggalkan pada tahun sebelumnya.

Ini karena puasa bagi seorang muslim tidak bisa ditinggalkan.

Hadis Rasulullah SAW, dalam kitab Lu’luk wa al Marjan disebutkan:

فدين الله أحق أن يقضى (رواه البخارى و المسلم)

"Utang kepada Allah (mengqadha puasa Ramadhan) lebih utama untuk dibayar."

Akhirnya kita selalu berusaha mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadhan sebaik-baiknya.

Semoga Allah SWT memberi kemudahan bagi setiap muslim dalam menjalankan ibadah puasa, dan kelak Allah SWT tak lupa memberi rahmat maghfirah hingga pengampunan dari segala dosa.

Amin ya rabbal alamin.

Khutbah II

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم وقل رب اغفروارحم وانت خير الراحمين

Demikian materi khutbah jumat singkat, semoga bermanfaat. (amk)

Penulis: Muhammad Khoiru Anas
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved