Breaking News:

Berita Batang

Organda Batang Minta Pemerintah Tinjau Ulang Larangan Mudik

Pemerintah memastikan tidak ada moda transportasi angkutan mudik lebaran yang beroperasi selama pelarangan pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

tribunjateng.com/budi susanto
Jalan Pantura Batang-Kendal, tepatnya di wilayah Kecamatan Gringsing, nampak lengang, Jumat (25/12/2020) petang. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah memastikan tidak ada moda transportasi angkutan mudik lebaran yang beroperasi selama pelarangan pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Moda transportasi tersebut termasuk angkutan darat, laut dan udara.

Peraturan tersebut telah resmi dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan PM Nomor 13 Tahun 221 tentang pengendalian transportasi selama idul fitri 1442 H dalam rangkan pencegahan penularan Covid-19.

Menanggapi hal tersebut Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Batang merasa keberatan atas kebijakan itu dan meminta pemerinta meninjau ulang larangan mudik tahun 2021.

Wakil Ketua DPP Organda Batang, Nur Hasan mengatakan larangan beroperasi saat mudik cukup memberatkan pelaku usaha transportasi.

"Saat ini kondisi pengusaha angkutan umum di Kabupaten Batang sudah cukup berat sejak awal pandemi di tahun 2020 sampai sekarang," tuturnya saat dihubungi tribunjateng, Jumat (9/4/2021).

Hasan mengatakan awalnya para pengusaha sudah berharap besar di moment lebaran tahun ini bisa sedikit meraup pendapatan.

"Karena kami melihat kondisi sekarang sudah mulai bisa melakukan aktivitas ekonomi, wisata juga sudah mulai dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sudah berjalan baikitu menjadi harapan besar bagi para pengusaha dan pengemudi, tetapi malah sekarang ada pelarangan itu," ujarnya.

Menurutnya, belum stabilnya pendapatan akibat dampak pandemi ditambah pelarangan mudik ini akan membuat pengusaha mau pun pengemudi semakin terpuruk.

"Sejak pandemi pendapatan sudah sangat menurun kalau pelarangan benar diterapkan pendapatan berhenti total tidak ada pemasukan, kemarin saja alhamdulillah terbantukan dengan BLT selama tiga bulan," imbuhnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya saling berdiskusi antar organda dia daerah lain, provinsi, dan pusat untuk mencari solusi atas kebijakan itu.

"Sikap kami saat ini masih saling berkoodinasi organda antar daerah provinsi maupun pusat untuk mencari solusi, nanti dalam waktu dekat kami ada pertemuan untuk membahas itu," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved