Berita Solo
Cerita Widarti saat Dirinya dan Meja Dagangan Terbang Terhempas Angin, Tidak Ada Sepuluh Menit
Widarti mengungkapkan dirinya sempat tidak sadarkan diri atau pingsan akibat kejadian yang dialaminya dua hari yang lalu tersebut
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Kejadiannya tidak ada sepuluh menit. Saat saat, ia sudah ada di rumah ditunggui suami.
"Tidak tahu siapa yang mengantar saya."
Widarti (48), sosok pedagang petasan di kawasan Tugu Macan Pasar Simo Boyolali yang terhempas angin ribut dan tertimpa baliho ternyata sudah berjualan selama 15 tahun.
Dia sudah berjualan barang tersebut bersama suaminnya sejak tahun 1998.
Sebelum pandemi merebak, penjualan mereka meningkat.
Apalagi pada saat di bulan puasa, dagangannya ludes dibeli masyarakat.
"Sekitar 15 tahun kurang lebih saya berjualan kembang Api dan petasan mengikuti suami ," ujarnya kepada TribunSolo.com Minggu (11/4/2021).
Warga Desa Jaweng RT 01 RW 01, Kelurahan Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali mengungkapkan saat ini penjualan petasan miliknya cenderung sepi.
Itu lantaran terdampak pandemi Covid-19.
"Tidak menentu biasanya sehari kadang sampai 100 Ribu, kalau hujan, ya, baru sepi dan tidak ada mau beli, kalau ada ya lumayan apalagi kan sekarang musim hujan," katanya.
Di samping itu, minat masyarakat terhadap kembang api atau petasan pun sudah menurun. Tidak seramai dulu.
"Sekitar tahun 2013, sebelum anak terakhir lahir, mengalami masa kejayaan dan banyak pembeli," ujar dia.
"Rame-Ramenya ya biasanya di malam takbiran atau puasa," tambahnya.
Saat itu, Widarti mengaku pernah meraup omzet dan penghasilan mencapai Rp 8 juta per hari.
"Itu sudah sangat lebih dari modal awal, saya untung banget saat itu," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/widiarti-videonya-saat-terheboyolali-viral.jpg)