Berita Regional
KKB Papua Terus Berulah, Kini Helikopter Dibakar di Bandara, Sebelumnya Bunuh 2 Guru SD
KKB Papua melakukan pembakaran terhadap sebuah helikopter yang tengah parkir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Minggu (11/4/2021) malam
Saat itu dia bersama rekannya bernama Yonatan Renden (28).
Tiba-tiba Junedi dan Yonatan ditembaki oleh KKB.
Junedi sempat menghindar dan berlari ke sebuah rumah.
"Setelah kami pulang, ternyata di depan rumah kami dapat tembakan. Ini (Yonatan) kasian kena. Puji Tuhan saya masih bisa lolos. Saya lari ke sebelah kanan, dan korban ini ke sebelah kiri," ujar Junedi.
Namun karena tidak nyaman, Junedi keluar dan bersembunyi di semak-semak.
Sementara Yonatan terkena tembakan di bagian badannya.
Meski sempat lari, Yonatan akhirnya terjatuh.
Setelah dua jam bersembunyi di semak-semak, Junedi akhirnya keluar dari persembunyian.
Dia berani keluar saat mendengar suara petugas keamanan.
"Waktu petugas jemput korban ini tidak temukan saya. Akhirnya mereka dobrak pintu, dia cari saya tidak ada. Makanya anggota diatas sana pikir saya diculik, padahal saya menyelamatkan diri," tutur Junedi.
Petugas lalu membawanya ke Koramil Beoga.
"Karena saya dengar suara pakai bahasa umum (bahasa Indonesia), saya buang suara, dan keluar dari semak-semak, dan kemudian ke Koramil," kata Junedi.
Junedi mengatakan, rekannya Yonatan yang menjadi korban sudah bekerja selama dia tahun di SMP Negeri 1 Beoga sebagai guru kontrak.
Yonatan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang berada di Toraja, Sulawesi Selatan.
Jenazah nantinya akan diterbangkan ke Toraja.