Gempa di Malang

Pemerintah Akan Bantu Rumah Rusak Dampak Gempa di Malang Mulai Rp 10 Juta

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan BNPB akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak.

Editor: m nur huda
Istimewa
Sejumlah rumah warga ambruk akibat Gempa di Malang, Sabtu (10/4/2021). DIkabarkan di daerah Lumajang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan BNPB akan memberikan dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak.

Doni meminta kepada perangkat daerah setempat untuk melakukan pendataan dan melaporkan sesuai dengan data yang benar.

"Rumah warga yang Rusak Ringan dan Rusak Sedang bisa dilakukan perbaikan dengan cara pemerintah daerah memberikan usulan kepada BNPB dengan nama dan alamat yang akurat," kata Doni melalui keterangan tertulis, Senin (12/4/2021).

Rumah dengan kategori rusak ringan (RR) sebesar Rp 10 juta, rusak sedang (RS) sebesar Rp 25 juta, dan rusak berat (RB) sebesar Rp 50 juta.

Sedangkan bagi warga yang mengalami rusak berat, akan dikoordinasikan dengan Kementrian PUPR untuk mempercepat proses perbaikan.

Doni juga berpesan untuk warga tetap tenang dan jangan panik.

Program-program yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota atau provinsi yang dibantu BNPB, BMKG, Basarnas, TNI-Polri dan Tim gabungan lainnya harus sering dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.

Warga diminta untuk dilatih dan diberikan edukasi terkait literasi kebencanaan, manfaatkan kearifan lokal untuk mencari ide dan inisiatif.

Sebagai contoh, dengan menyiapkan sejumlah kaleng, letakan kaleng di dalam ruangan, ketika keleng jatuh saat gempa bisa berfungsi sebagai alarm awal.

Selain itu, kegiatan siskamling juga bisa dilaksanakan setiap malam. Warga berjaga untuk antisipasi risiko yang muncul seperti gelombang tinggi atau gempa.

"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Kepemimpinan perangkat daerah harus bisa mengajak warga untuk lebih siap menghadapi risiko yang akan terjadi," kata Doni.

Sebelumnya, gempa mengguncang wilayah Selatan Jawa, pada Sabtu (10/4/2021) pada pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan hasil analisi BMKG gempa tektonik tersebut memiliki kekuatan 6,7M, kemudian diupdate menjadi magnitudo 6,1M.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km," dikutip dari siaran pers BMKG.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved