Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Klaim Covid Rp 10 Miliar Belum Dibayar, Rumah Sakit Aisyiyah Kudus Kesu‎litan Bayar THR

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan, Maya Susanti mengatakan, ‎klaim penanganan Covid-19 dibayarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Manajemen RS Aisyiyah Kudus saat melakukan CSR kepada korban banjir di sejumlah daerah di Kudus beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tung‎gakan klaim penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus sepanjang 2020 mencapai Rp 63 miliar.

Sejumlah rumah sakit pun khawatir pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai terganggu.

Satu di antaranya, Wakil Direktur Keuangan dan Umum RS Aisyiyah Ku‎dus, Hendra Okta menyebutkan, perputaran uang di rumah sakitnya sangat terganggu.

Apalagi saat Ramadan ini, rumah sakit berkewajiban untuk memberikan THR kepada pegawainya.

"‎Sangat terganggu nanti pembayaran THR-nya, karena cash flow sekarang ini sudah mengganggu," ujar dia.

Jika tidak kunjung dibayarkan, pihaknya berencana untuk mencari utang agar menyelesaikan masalah tersebut.

"Solusinya cari utangan, karena dana talangan untuk klaim covid masih dalam pro‎ses perbankan," ujarnya.

‎Menurutnya, pengeluaran terbesar rumah sakit pada peringkat pertama adalah penggunaan obat. Kemudian disusul gaji pegawai rumah sakit dan gaji dokter.

‎"Paling besar pengeluaran kami ini untuk obat-obatan," ujarnya.

Dia berharap, tunggakan sebesar Rp 10 miliar dari bulan Oktober ‎2020 sampai Maret 2021 bisa dibayarkan segera.

Jika tidak, minimal klaim untuk penanganan Covid-19 di bulan Oktober bisa dibayarkan terlebih dulu.

"Sampai saat ini verifikasi BPJS Kesehatan sudah berjalan sampai bulan November 2020‎. Jadi tagihan bulan Oktober 2020 kalau bisa dibayarkan dulu," ucap dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan ‎Kabupaten Kudus, dr. Andini Aridewi mengatakan, data klaim penanganan corona yang dilaporkan ke instansinya mencapai Rp 63 miliar.

Jumlah itu akumulasi dari tujuh rumah sakit yang ikut terlibat dalam penanganan kasus Covid-19.

"Angka Rp 63 miliar itu sampai Desember 2020 saja, belum yang 2021. Ini masih berproses perbaikan-perbaikan pemenuhan hasi verifikasi agar segera cair," ujar dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved