Ramadan 2021
Mengintip Aktivitas Menulis Al Quran di Ponpes Mumtaza Banjarnegara, 1 Jam 1 Halaman
Pengelola pesantren menyediakan mushaf tulis bagi setiap santri. Di dalamnya sudah terdapat cetakan tulisan ayat Al Quran, namun masih lamat-lamat
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Ada yang menarik di Pondok Pesantren Mumtaza, Desa Gumiwang, Banjarnegara.
Para santri bukan bukan hanya dituntut untuk membaca dan menghafal Al Qur'an.
Mereka juga wajib menulis ayat Al Qur'an yang mereka hafalkan.
Pengelola pesantren menyediakan mushaf tulis bagi setiap santri.
Di dalamnya sudah terdapat cetakan tulisan ayat Al Quran, namun masih lamat-lamat.
Tugas santri menebalkan tulisan itu hingga sempurna dan mudah dibaca.
Khusus menjelang ramadan, (11/4/2021) lalu, kegiatan ini bahkan bukan hanya dilakukan santri, namun diikuti 604 orang dari sejumlah TPQ dan Majlis Taklim di Banjarnegara.
Peserta gerakan menulis mushaf Al Quran itu lintas usia, dari anak belia hingga lansia.
Semangat mereka menulis Al Quran seantusias menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
"Bahkan ada yang usia 80 tahun, " kata pengasuh Ponpes Mumtaza KH. Afit Juliet Nurcholis, Selasa (13/4/2021)
Meski hanya menebalkan, pekerjaan itu tetap butuh ketelitian ekstra.
Mereka harus telaten. Jika tidak cermat, goresan pena mereka bisa keluar garis hingga hasilnya kurang maksimal.
Wajar, hasil pekerjaan masing-masing peserta pun bisa berbeda-beda satu sama lain.
Afit mengatakan, pada kegiatan itu, dalam satu jam, peserta harus menulis satu halaman.
Alhasil, dalam satu jam, 30 juz Al Quran berhasil ditulis oleh 604 peserta dalam kegiatan itu.