Berita Video
Video Apel Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2021 Polres Tegal
rena fokus utamanya adalah operasi kemanusiaan, sehingga yang dikedepankan adalah langkah preemtif dan preventif
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: abduh imanulhaq
Mengingat sampai saat ini pandemi Covid-19 masih belum reda termasuk di Kabupaten Tegal yang menurut Umi tren kasus nya sedang naik.
"Seminggu terakhir tren kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal sedang naik, meski tidak sebanyak tahun lalu atau bulan Januari, Februari, dan Maret. Sehingga saya harap masyarakat bisa memahami terkait kebijakan pemerintah yang melarang mudik karena semua demi kebaikan bersama," ungkap Umi.
Tidak hanya meningkatkan pengamanan di titik-titik tertentu yang rawan terjadi peningkatan pemudik, tapi juga Jogo Tonggo di tiap desa harus mulai digencarkan atau diintensifkan lagi.
"Sesuai data yang saya terima, jumlah pemudik asal Kabupaten Tegal mendekati 90 ribu orang. Mayoritas mereka bekerja sebagai karyawan dan pengusaha seperti warteg, pedagang, kalau pegawai negeri tidak terlalu banyak," terangnya.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, menanggapi aturan pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021, Satlantas Polres Tegal sudah menyiapkan beberapa titik penyekatan terutama yang menjadi akses masuk ke wilayah Kabupaten Tegal.
Beberapa titik tersebut seperti wilayah selatan yaitu pos PAM Klonengan, Exit Tol Adiwerna, Jalur tengah Jatibarang Selapura, terakhir di pantura utamanya pintu masuk perbatasan yaitu pos PAM Muri ada juga di daerah Warureja.
Kasatlantas Polres Tegal, AKP Dwi Himawan Chandra menegaskan, semua kendaraan pemudik yang masih nekat melintas akan langsung diminta untuk putar balik ke Jakarta atau daerah asal mereka berangkat.
Namun ada beberapa kendaraan yang masih diperbolehkan untuk melintas yaitu kendaraan pemasok sembako, kendaraan yang membawa orang sakit, dan yang memiliki surat tugas.
Selain kriteria tadi tidak diperbolehkan melintas dengan kata lain diminta putar balik.
"Mulai Senin sampai tanggal 26 April kami akan melaksanakan operasi keselamatan. Pada operasi ini sifatnya lebih memberikan edukasi dan imbauan ke masyarakat salah satunya tentang larangan Mudik dan protokol kesehatan. Sedangkan untuk giat pencekatan kami belum bisa memastikan mulai kapan, karena giat tersebut baru berlangsung setelah operasi ketupat candi selesai. Intinya kami menunggu petunjuk atau perintah dari pusat, namun kami sudah menyiapkan dimana saja titik-titiknya," terang AKP Himawan.
Selain beberapa titik pencekatan tadi, menurut AKP Himawan pihaknya juga menyasar pemudik yang mungkin masuk ke terminal terutama terminal Dukuh Salam Slawi.
Sehingga Satlantas Polres Tegal juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan dinas terkait lainnya.
"Pokoknya untuk yang giat penyekatan nanti, tidak ada konsekuensi setiap kendaraan pemudik yang melintas di Kabupaten Tegal akan kami minta putar balik. Cara membedakannya mana pemudik dan warga lokal ya kami akan selektif, misal kalau pemudik misal bawaannya banyak dan pasti kelihatan. Itu berlaku untuk semua baik pemudik yang pakai mobil atau pun motor," tegasnya.
Dikatakan Pos pengamanan juga akan diletakkan di objek wisata Purwahamba Indah (Pur'in), Pos PAM LIK Kramat, Pos PAM terminal Dukuh Salam Slawi, Yomani, Klonengan, Pos pantau di Clirit View Kalibakung, Selapura, Pos terpadu di exit tol Adiwerna, dan di Rest Area.
Sedangkan untuk di Rest Area jalan tol sendiri, Pos pengamanan terdapat di jalur A KM 287 dan KM 275 Penarukan.
Kalau untuk jalur B ada di KM 294 Kertasari dan KM 282 Lebeteng. (dta)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: