Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Korban Kebakaran Pasar Induk Banjarnegara Siap Tempati Lapak Darurat

Pedagang korban kebakaran pasar induk Banjarnegara bersiap menempati pasar darurat di stadion Soemitro Kolopaking.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki
Pedagang dan tukang memperbaiki lapak di pasar darurat stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara, Kamis (15/4/2021). 

Penulis: Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pedagang korban kebakaran pasar induk Banjarnegara bersiap menempati pasar darurat di stadion Soemitro Kolopaking.  

Rabu siang (14/4/2021), pasar yang dibangun semi permanen itu sudah ramai pedagang. 

Tetapi mereka belum mulai berjualan. Lapak darurat yang telah dibagi pemerintah ke pedagang belum jadi sempurna.  Pedagang masih harus memperbaiki lapaknya agar benar-benar siap ditempati.  Seperti halnya Miswati, pedagang asal Desa Merden, Kecamatan Purwanegara. Ia telaten menunggui lapaknya yang sedang diperbaiki tukang hari ini. Ia masih harus menambah perabot lapak semisal meja untuk meletakkan dagangannya nanti.

Ia harus merogoh kocek sekitar Rp 1 juta untuk merenovasi lapaknya agar siap ditempati.  Misyati mengaku menerima jatah lapak dengan cara diundi bersama ratusan pedagang lain. 

"Kemarin diundi, saya dapatnya ini," katanya, Kamis (15/4/2021) 

Jika hari ini lapaknya jadi, Miswati siap mulai berjualan besok hari, Kamis (15/4/2021). Di lapak barunya ini, Miswati menaruh harapan besar agar usahanya kembali berjalan. 

Berdagang di pasar darurat tak ubahnya memulai usaha dari nol. Di tempat yang baru, belum semua pelanggannya tahu. Di banding pasar dulu, lokasi ini jelas kalah strategis.
Miswati  harus bekerja lebih keras agar bisa menarik pelanggan. 

Ia pun berharap pemerintah membantu meramaikan pasar darurat. Ia mengusulkan tempat parkir kendaraan pengunjung tidak disentralkan di satu tempat. 

Pengunjung baiknya dibebaskan memarkir kendaraannya sampai bisa masuk ke dalam. Dengan demikian, pedagang yang lapaknya berada di dalam

"Kalau parkirnya hanya di luar, yang ramai hanya di luar. Jadi baiknya parkir sampai dalam, " katanya

Selain itu, ia mengusulkan agar seluruh pedagang sayur korban kebakaran ditempatkan di pasar darurat. Kenyataannya, kata dia, banyak pedagang yang masih berjualan di komplek pasar eks kebakaran. 
Ia khawatir, pasar darurat sepi karena masyarakat lebih memilih membeli kebutuhannya di pinggir jalan atau komplek pasar lama yang aksesnya lebih mudah. 

Kebakaran pasar induk Banjarnegara menjadi ujian berat bagi Miswati. Dua lapaknya di lantai 2 pasar induk ludes terbakar. Dagangannya tak terselamatkan. 

Tetapi Miswati mencoba bangkit. Ia memutuskan tetap berjualan dengan modal tersisa. Ia rela berjualan di pinggir jalan komplek terminal Banjarnegara dengan peneduh payung. 

Tapi ia tak bertahan lama berjualan di tempat itu. Oleh petugas, Miswati diminta tidak berjualan di trotoar karena bisa menimbulkan gangguan arus lalu lintas. Ia diminta pindah ke pasar salak bersama pedagang lain. 

Penghasilannya pun langsung menurun karena tempat itu kurang strategis untuk berjualan. Ia dan pedagang korban kebakaran lain harus berbagi tempat dengan pedagang salak, hingga terganggu lalu lalang kendaraan pengangkut salak di pasar. 

"Penghasilannya turun separuh. Kalau di pasar dulu jam 12 masih ada yang beli, di sini jam 7 pagi sudah sepi, " katanya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved