Breaking News:

Cerita Penyuluh Agama di Banjarnegara Bikin Pengajian untuk Mualaf

Perjuangan orang memeluk Agama Islam (mualaf) bukan hanya sebelum bersyahadat.

Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki
Penyuluh Agama KUA Mandiraja menunjukkan berkas mualaf yang terdaftar di KUA Mandiraja, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Perjuangan orang memeluk Agama Islam (mualaf) bukan hanya sebelum bersyahadat. 

Setelah resmi memeluk Islam, mereka masih harus berjuang mempertahankan keimanannya.  Hati mereka masih gampang goyah jika keimanan tak terjaga. 

Pun masih banyak yang perlu mereka pelajari tentang Islam, termasuk tentang tata cara beribadah yang benar.  Karena itu, mualaf butuh pendampingan dan bimbingan dari umat Islam yang lain. 

Ini pula yang dilakukan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) KUA Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara. Seorang mualaf dari Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja, Sutar lah yang mulanya datang meminta bimbingan kepada penyuluh, tahun 2019 lalu. Sutar yang sebelumnya Kristiani itu bersemangat memperdalam Agama Islam yang baru dipeluknya. 

Tapi buruh rongsok itu tentu bingung kemana ia bisa mendapatkan bimbingan keagamaan. Dari situ, 

Koordinator FKPAI Yani Itsnawati mengaku, mulanya pihaknya memberikan bimbingan langsung ke mualaf dengan cara mendatangi rumah mereka. Tetapi dalam perjalanannya, bimbingan untuk mualaf dipusatkan di  tempat ibadah setempat. 

"Kebetulan di Desa Somawangi ada musala, kita adakan pengajian rutin di situ tiap Jumat, " katanya, Kamis (15/4/2021) 

Tak dinyana, jamaah pengajian terus bertambah. Mereka yang mengaji bukan hanya mualaf, namun juga warga sekitar. Materi pengajian, kata dia, beragam menyesuaikan kebutuhan jamaah, mulai fikih ibadah hingga motivasi keagamaan. 

Dari pengajian tersentral itu, penyuluh lebih mudah dalam membina mualaf. Pengajian ini penting bagi mereka yang baru mengenal Islam dan ingin memperdalam ilmu agama. 
Mereka juga tidak akan merasa sendiri setelah memeluk Islam.  Dengan begitu, keimanan mereka akan terjaga hingga akhir hayat. 

"Mereka perlu pembinaan, " katanya

Selain pengajian rutin, pihaknya juga menyambangi rumah mualaf serta memberikan santunan. Seperti yang pernah dilakukan pihaknya Januari 2021 lalu. Pihaknya mengunjungi kediaman Sunarni, mualaf di Desa Mandiraja Wetan. 

Sunarni yang memutuskan memeluk Agama Islam tinggal dengan ayahnya yang masih beragama Budha. Selain memberikan pendampingan, pihaknya juga mengasih santunan untuk orang tua itu. 

"Ayah dan saudaranya Budha, tapi tidak masalah jika bu Sunarni masuk Islam, " katanya.

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved