Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: (Bukan) Perombakan Kabinet

Pertimbangan utama Presiden untuk Reshuffle ada dua yaitu penyatuan Kemenristek dengan Kemendikbud. Penyatuan itu sudah disetujui oleh DPR.

Penulis: iswidodo | Editor: iswidodo
tribunjateng/bram
Iswidodo wartawan Tribunjateng.com 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Iswidodo

TRIBUNJATENG.COM - Perombakan Kabinet atau Reshuffle beberapa hari terakhir ini ramai dibicarakan. Terutama setelah ada peleburan dua kementerian yaitu Kemenristek dan Kemendikbud, serta ada pembentukan Kementerian Investasi.

Reshuffle Kabinet menjadi hak prerogratif Presiden. Adapun masukan dan pertimbangan dari sana sini, sebatas sebagai usulan kepada Presiden, baik disampaikan secara resmi maupun tidak resmi. Toh keputusan untuk Reshuffle ada di tangan Presiden.

Memang Presiden sudah mengajak Wapres Ma'ruf Amin untuk rembukan bahas perombakan kabinet. Pihak istana telah mengonfirmasi bahwa reshuffle akan terjadi dalam waktu dekat. Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut perombakan kabinet akan dilakukan dalam pekan ini.

Pertimbangan utama Presiden untuk Reshuffle ada dua yaitu penyatuan Kemenristek dengan Kemendikbud. Penyatuan itu sudah disetujui oleh DPR. Penggabungan dua kementerian ini tentu implementasinya hingga provinsi atau kabupaten. Sedangkan urusan riset dan teknologi akan dihandel oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menristek Bambang Brodjonegoro kemungkinan akan menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru (IKN). Untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menarik investor ke dalam negeri, kemungkinan Presiden membentuk Kementerian Investasi. Saat ini ada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang punya tugas utama mengkoordinasikan kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal sesuai ketentua

Pembaca penasaran siapa saja menteri yang bakal digeser atau diganti. Pengamat menyebut Abdul Mu'ti Sekjen PP Muhammadiyah menjadi kandidat menduduki posisi Mendikbudristek. Sudah seperti tradisi, Menteri Agama dijabat oleh tokoh NU, sedangkan Mendikbud diduduki oleh tokoh Muhammadiyah. Lantas siapa yang akan jadi Menteri Investasi di Kabinet Indonesia Maju?

Namanya juga prerogatif, menjadi kekuasaan istimewa Presiden tanpa bisa dicampuri oleh lembaga lain. Terserah Presiden akan menunjuk siapa di kementerian tersebut. Jika cuma dua bukan perombakan kabinet namanya. Tapi bila ada yang digeser selain yang disebut di atas, baru layak disebut Reshuffle.

Tapi menarik bagi partai politik. Masuk ke dalam kabinet saat ini menjadi penting dan strategis. Sebagai menteri, lebih mudah bagi tokoh parpol untuk melambungkan nama partainya, atau minimal nama dirinya. Bisa kunjungan kerja ke berbagai pelosok di nusantara.

Jika menteri dari parpol, sukses dalam memimpin kementerian, maka otomatis nama partai politik ikut terangkat. Elektabilitas di Pemilu yang akan datang terkerek naik. Sebaliknya jika ada menteri dari parpol buruk kinerjanya, atau bahkan ditangkap KPK, maka sudah otomatis akan menjadi beban partai politik dan mengurangi tingkat kepercayaan publik.

Maka tak heran sepekan terakhir ini, ada nama-nama pengurus partai politik yang dilambungkan supaya dilirik Presiden. Parpol-parpol punya banyak tokoh cakap selevel menteri.

Pada Desember 2020 Presiden Jokowi melantik 6 menteri baru menggantikan menteri lama. Yaitu Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. Apakah perombakan menteri di bulan ini juga akan sebanyak itu? Wait and See. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved