Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Penjual Timun Suri Musiman Saat Ramadan Laris Manis, Bisa Menjual Puluhan Kilogram Tiap Hari

Teksturnya lembut dan gembur membuat buah yang umumnya bewarna kuning cerah ini banyak diminati masyarakat

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Kusnandi (57), pedagang buah timun suri musiman yang berjualan saat bulan puasa saja. Ia terlihat sedang melayani pembelinya, pada Jumat (16/4/2021). Lokasi lapak jualannya yang berada di pinggir jalan tepatnya di dekat jembatan Kaligung, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Setiap bulan suci ramadan banyak bermunculan pedagang dadakan (musiman) baik makanan atau minuman untuk berbuka, tak terkecuali buah timun suri yang biasanya mudah ditemui saat bulan puasa.

Timun suri atau di wilayah Kabupaten Tegal ada yang menyebut dengan nama buah bonteng ini, biasanya menjadi bahan untuk campuran es yang rasanya menyegarkan.

Teksturnya lembut dan gembur membuat buah yang umumnya bewarna kuning cerah ini banyak diminati masyarakat.

Selain kuning cerah, ada juga timun suri yang bewarna kehijauan dan bermotif garis-garis.

Tidak ingin melewatkan peluang mendapat penghasilan, Kusnandi (57), tiap tahun saat bulan ramadan ia menjual timun suri yang diambil dari daerah Kabupaten Brebes.

Lokasi lapak jualannya yang berada di pinggir jalan tepatnya di dekat jembatan Kaligung, Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal, membuat siapa saja yang melintas pasti melihat dan beberapa ada yang tertarik membeli.

"Kalau timun suri saya jual Rp 10 ribu per kilogram, kadang saya juga menyediakan stok blewah tapi kebetulan stok nya habis belum panen lagi. Kalau blewah saya jual Rp 15 ribu per kilogram," tutur Kusnandi, pada Tribunjateng.com, Jumat (16/4/2021).

Warga Harjosari Lor Kecamatan Adiwerna ini mengaku, sekarang timun suri sedang sulit didapatkan karena belum ada panen lagi.

Di beberapa daerah memang ada yang panen, tapi menurut Kusnandi kualitasnya kurang bagus semisal warna nya masih hijau alias belum terlalu matang.

Sehingga saat dijual ada yang bilang rasanya masih pahit dan lain sebagainya.

"Alhamdulillah setiap hari banyak pembeli dan seringnya habis. Saya jualan dari pagi sampai sore, tapi  sebetulnya bergantung minat juga. Ya per hari laku puluhan kilo lah antara 30-50 kilogram bisa terjual," ujarnya. 

Dikatakan, Kusnandi berjualan timun suri sudah tahun kedua. Menurutnya timun suri di Kabupaten Tegal termasuk jarang, sehingga ia mengambil dari tengkulak di Kabupaten Brebes. 

"Saya berjualan disini sudah sejak awal puasa. Ya jualannya pas momen puasa saja kalau di luar itu ya tidak laku dijual peminatnya sedikit. Saya sistemnya sekalian ambil banyak, jadi misal habis baru ambil lagi ke tengkulak," terangnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved